Akhir Mei, Penggalangan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 87,4 T
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, penggalangan dana di pasar modal melalui efek bersifat utang (EBUS), right issue, dan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga akhir Mei atau hingga 26 Mei 2023 tembus Rp 87,4 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, angka itu terdiri dari 34 emisi dari 29 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 38,8 triliun. Ada pula right issue sebanyak 16 perusahaan tercatat senilai Rp 15,9 triliun.
“Ditambah lagi, sebanyak 40 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 32,7 triliun,” ungkap Nyoman Yetna, baru-baru ini.
Nyoman Yetna menambahkan, angka tersebut masih bakal bertambah sepanjang 2023. Seiring dengan masih banyaknya jumlah perusahaan yang tengah antri menggalang dana di pasar modal.
Hal itu terlihat dari data pipeline BEI yang menyebutkan masih ada 43 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham, 34 emisi dari 29 penerbit EBUS, dan 25 perusahaan tercatat dalam pipeline right issue.
Untuk pipeline penerbitan EBUS, Nyoman Yetna menjelaskan sektor keuangan masih akan mendominasi penerbitan dengan jumlah sebanyak 18 perusahaan. Disusul sektor industri dengan enam perusahaan, tiga perusahaan sektor energi. Serta, masing-masing dua perusahaan sektor barang baku dan infrastruktur.
Sedangkan untuk pipeline penggalangan dana lewat right issue, Nyoman Yetna menjelaskan masih terdapat 25 perusahaan tercatat. Dengan rincian sektor adalah masing-masing satu perusahaan barang baku dan sektor transportasi & logistic, masing-masing tujuh perusahaan sektor konsumen non primer dan sektor keuangan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





