Jumat, 15 Mei 2026

Akhir Mei, Penggalangan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 87,4 T

Penulis : Indah Handayani
28 Mei 2023 | 08:00 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, penggalangan dana di pasar modal melalui efek bersifat utang (EBUS), right issue, dan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga akhir Mei atau hingga 26 Mei 2023 tembus Rp 87,4 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, angka itu terdiri dari 34 emisi dari 29 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 38,8 triliun. Ada pula right issue sebanyak 16 perusahaan tercatat senilai Rp 15,9 triliun.

“Ditambah lagi, sebanyak 40 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp 32,7 triliun,” ungkap Nyoman Yetna, baru-baru ini. 

ADVERTISEMENT
Akhir Mei, Penggalangan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 87,4 T
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna

Nyoman Yetna menambahkan, angka tersebut masih bakal bertambah sepanjang 2023. Seiring dengan masih banyaknya jumlah perusahaan yang tengah antri menggalang dana di pasar modal.

Hal itu terlihat dari data pipeline BEI yang menyebutkan masih ada 43 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham, 34 emisi dari 29 penerbit EBUS, dan 25 perusahaan tercatat dalam pipeline right issue.

Untuk pipeline penerbitan EBUS, Nyoman Yetna menjelaskan sektor keuangan masih akan mendominasi penerbitan dengan jumlah sebanyak 18 perusahaan. Disusul sektor industri dengan enam perusahaan, tiga perusahaan sektor energi. Serta, masing-masing dua perusahaan sektor barang baku dan infrastruktur.

Sedangkan untuk pipeline penggalangan dana lewat right issue, Nyoman Yetna menjelaskan masih terdapat 25 perusahaan tercatat. Dengan rincian sektor adalah masing-masing satu perusahaan barang baku dan sektor transportasi & logistic, masing-masing tujuh perusahaan sektor konsumen non primer dan sektor keuangan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia