Potensi Pasar Besar, Begini Kira-kira Peluang Kinerja VKTR Usai IPO Saham
JAKARTA, Investor.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk tengah menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham. Aksi tersebut bagian dari upaya perseroan untuk menangkap pasar di tengah lonjakan permintaan kendaraan listrik di dalam negeri.
VKTR sendiri tercatat sebaga agen tunggal pengembangan bus listrik BYD sejak 2018 di Indonesia. Perseroan telah berhasil menjual sebanyak 30 unit bus listrik kepada Transjakarta sampai tahun lalu.
Lalu, bagaimana prospek pertumbuhan bisnis VKTR ke depan? Analis Ciptadana Sekuritas Asia Thomas Radityo dan Arief Budiman dalam riset terbaru menyebutkan bahwa rata-rata pertumbuhan laba bersih (CAGR) perseroan bisa mencapai 63,5% dalam beberapa tahun ke depan. Laba bersih perseroan diprediksi melesat dari target tahun ini Rp 98,5 miliar menjadi Rp 263,3 miliar pada 2025.
Peluang pertumbuhan kinerja keuangan tersebut, tulis riset Ciptadana, didukung atas beberapa faktor. Lonjakan penjualan volume kendaraan listrik dengan CAGR mencapai 92,8% menjadi 825 unit. Lonjakan volume tersebut berdampak langsung terhadam pertumbuhan pendapatan.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, terang riset tersebut, keuntungan perseroan bakal didukung peningkatan rata-rata harga jual kendaraan listrik dengan estimasi 4% per tahun atau besaran didasarkan tingkat inflasi.
“Kami memperkirakan gross margin perseroan akan tetap stabil di level 14-15%, apalagi perseroan tercatat sebagai provider tunggal untuk penjualan bus BYD di Indonesia. Dengan demikian perseroan diperkirakan mampu untuk memeprtahankan margin keuntungannya,” tulis riset tersebut.
Ciptadana Sekuritas menyebutkan bahwa laba bersih perseroan berpotensi naik menjadi Rp 98,5 miliar tahun 2023 dan menjadi Rp 156,1 miliar pada 2024, dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 49,6 miliar.
Begitu juga dengan perkiraan pendapatan perseroan diprediksi melesat menjadi Rp 1,94 triliun pada 2023 dan menjadi Rp 2,86 triliun pada 2024, dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 1,071 triliun.
Sebelumnya, manajemen VKTR menyebutkan bahwa perseroan membidik peningkatan kenaikan kapasitas perakitan bus listrik dari 500 unit menjadi 3.000 unit per tahun. Penambahan dilaksanakan setelah perseroan menuntaskan IPO saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Utama VKTR Gilarsi W Setijono mengatakan, perseroan akan mengalokasikan sebanyak 39,93% dari dana IPO saham dengan target Rp 1,13 triliun untuk belanja modal peningkatan kapasitas perakibat kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
Gilarsi menambahkan, perseroan berkomitmen mengembangkan fasilitas perakitan menjadi lini manufaktur handal bagi KBLBB bus dan truk. Saat ini, perusahaan yang akan menggunakan kode saham VKTR itu telah mulai menggunakan fasilitas KBLBB untuk unit bus di Tri Sakti, Jawa Tengah, dengan kapasitas perakitan 500 unit per tahun.
“Dengan demikian, diharapkan perseroan akan dapat memenuhi ketentuan TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) yang ditetapkan pemerintah, dan menjadi produk nasional yang dapat kita banggakan bersama,” sambung dia, Jumat (26/5/2023).
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






