Jumat, 15 Mei 2026

Riwayat Medco (MEDC) Masuk Amman Mineral dan Syarat Dividen

Penulis : Thresa Sandra Desfika
29 Mei 2023 | 09:17 WIB
BAGIKAN
Salah satu fasilitas PT Amman Mineral Internasional. (Foto: Amman Mineral)
Salah satu fasilitas PT Amman Mineral Internasional. (Foto: Amman Mineral)

JAKARTA, investor.id - Amman Mineral lagi hangat diperbincangkan akhir-akhir ini. Utamanya mengenai rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perusahaan. 

Tetapi, kabar tersebut masih agak samar-samar dan siapa sebenarnya yang akan menggelar IPO juga belum ditegaskan. Apakah perusahaan holding, yakni PT Amman Mineral Internasional ataukah anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara?

Amman Mineral Nusa Tenggara atau AMNT (dahulu PT Newmont Nusa Tenggara/NNT) adalah perusahaan yang mengoperasikan tambang tembaga dan emas Batu Hijau di Kepulauan Sumbawa dan memiliki akses terhadap beberapa prospek eksplorasi dan temuan cadangan yang besar di Elang.

Sedangkan induknya adalah Amman Mineral Internasional (AMI). Di mana salah satu pemegang sahamnya, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

ADVERTISEMENT

Riwayat Medco masuk ke Amman Mineral dengan mengakuisisi secara efektif 50% saham PT Amman Mineral Investama (AMIV) pada November 2016 yang memiliki pengendalian tidak langsung atas 82,2% kepemilikan atas AMNT.

Pada Januari 2018, melalui serangkaian transaksi, Medco Energi telah melakukan pertukaran atas 50% saham AMIV menjadi 39,35% saham atas AMI yang memiliki pengendalian langsung atas 82,2% kepemilikan atas AMNT. Itu berdasarkan laporan tahunan Medco Energi pada 2019.

Pada Februari 2020, seperti yang tercantum dalam laporan keuangan Medco Energi tahun 2022, manajemen memutuskan untuk menjual 10% kepemilikannya di AMI dengan menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Sumber Mineral Citra Nusantara (SMCN) seharga US$ 202 juta.

Lalu pada Desember 2020, AMI menerbitkan 6.952.892.523 saham baru kepada pemegang saham baru (tapi tak disebutkan siapa pemegang saham baru itu). Di sini, MEDC mencatat kerugian sebesar US$ 19 juta yang mencerminkan penurunan kepemilikan perseroan akibat dilusi kepemilikannya di AMI dari 29,35% menjadi 23,13%.

Dividen

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia