Kamis, 14 Mei 2026

Minyak Terkerek Terdorong Tercapainya Kesepakatan Plafon Utang AS

Penulis : Indah Handayani
29 Mei 2023 | 11:46 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
ilustrasi harga minyak

JAKARTA, investor.id - Harga minyak terkerek saat ditutupnya pasar AS dalam rangka perayaan libur Memorial Day. Terdorong beberapa sentimen positif di pasar jelang libur antara lain tercapainya kesepakatan atas negosiasi plafon utang AS, keputusan Rusia untuk memperpanjang pemangkasan sukarela, serta kenaikan permintaan minyak di Asia, mendukung harga minyak bergerak bullish.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy pada Sabtu (27/5/2023) mencapai kesepakatan prinsip untuk menangguhkan plafon utang AS sebesar US$ 31,4 triliun hingga Januari 2025, sambil membatasi pengeluaran dalam anggaran 2024 dan 2025. Setelah proses kesepakatan tercapai, McCarthy berharap dapat segera menyelesaikan pembuatan RUU pada hari Minggu, kemudian kembali bertemu dengan Biden dan memberikan suara untuk mendukung kesepakatan tersebut menjadi UU pada hari Rabu.

“Tanda kemajuan dalam kesepakatan plafon utang AS itu meredam kekhawatiran akan terjadinya default destabilisasi ekonomi di negara konsumen minyak terbesar pertama dunia itu,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (29/5/2023).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, dalam pernyataan yang dirilis hari Jumat, Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, mengisyaratkan bahwa Rusia tidak mengharapkan adanya perubahan kebijakan pada pertemuan OPEC+ berikutnya, dan lebih suka jika mitranya dari kelompok OPEC+ tetap membiarkan kuota produksi minyak tidak berubah ketika bertemu pada 4 Juni nanti.

Selain itu, Novak juga mengumumkan bahwa pemangkasan sebesar 500 ribu bph, yang awalnya untuk Maret dan April, sekarang akan diperpanjang hingga akhir tahun nanti, membuat total pemotongan baru dari OPEC+ naik menjadi 1,6 juta bph.

Tim Research and Development ICDX menyebut, sentimen positif lainnya datang dari impor minyak mentah Asia melonjak sebesar 8,6% pada bulan Mei karena kenaikan permintaan di Tiongkok dan India yang masing-masing mencapai 11,96 juta bph dan 5,10 juta bph. Adapun untuk pemasok utama kedua negara importir minyak utama itu berasal dari Rusia, yang didorong karena biaya yang lebih murah dibanding minyak yang biasa dipasok dari produsen Timur Tengah.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX mengatakan, tensi antara AS dengan Tiongkok kembali meningkat dipicu oleh keputusan pemerintah Tiongkok untuk melarang pembelian chip memori dari Micron Technology, yang merupakan produsen chip memori terbesar di AS. Sekretaris Perdagangan AS Gina Raimondo pada hari Sabtu menyatakan bahwa AS tidak akan mentolerir larangan Tiongkok atas Micron, serta menuding langkah tersebut sebagai bentuk pemaksaan ekonomi.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 75 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 70 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 60 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia