Usai Naik Berhari-hari, Saham Favorit Lo Kheng Hong Intiland (DILD) Mendadak ARB
JAKARTA, investor.id – Harga saham emiten properti favorit Lo Kheng Hong, PT Intiland Development Tbk (DILD), mendadak anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sepanjang perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/5/2023).
Sebagai informasi, investor kawakan Lo Kheng Hong memiliki 686.416.700 saham DILD atau 6,62% per 30 April 2020. Dengan demikian, nilai sahamnya turun menjadi Rp 164,74 miliar.
Saham DILD ditutup anjlok sebanyak Rp 18 (6,98%) menjadi Rp 240, meski awalnya saham dibuka menguat ke level Rp 260. Sedangkan level pergerakan harga saham ini berada dalam ksiaran Rp 240-280 per saham.
Meski ditutup turun hingga ARB, saham DILD masih mencatatkan lonjakan harga sepanjang Mei 2023 berjalan. Saham DILD menguat dari posisi akhir bulan lalu Rp 166 menjadi Rp 240 pada penutupan hari ini atau masih melesat 44,57%.
Penurunan harga saham DILD tersebut sejalan dengan pelemahan tipis indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 5,9 poin (0,09%) menjadi 6.681,10. Padahal, indeks sempat anjlok lebih dari 60 poin pada sesi I sepanjang Senin (29/5/2023).
Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, perseroan menargetkan marketing sales Rp 2,4 triliun tahun ini. Selain itu dalam rangka memperkuat cashflow, perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen.
Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengatakan, target dicanangkan sejalan dengan semakin kondusifnya kondisi perekonomian dan industri properti nasional.
Untuk mencapai target itu, perseroan akan memfokuskan upaya untuk mengejar target dengan meningkatkan penjualan stok unit atau inventori dari proyek-proyek berjalan maupun pengembangan-pengembangan baru di segmen high rise, kawasan perumahan, dan kawasan industri.
“Perseroan saat ini memiliki stok unit atau inventori di sejumlah proyek di segmen pengembangan mixed-use & high rise. Beberapa di antaranya yakni di Jakarta, seperti apartemen 1Park Avenue, Fifty Seven Promenade, Regatta, dan SQ Rés serta di Surabaya seperti Apartemen Praxis, The Rosebay, Sumatra36, dan Spazio Tower,” jelasnya, baru-baru ini.
Archied juga memproyeksikan kondisi pasar properti tahun ini masih cukup menantang namun akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Lantaran, tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk properti diperkirakan masih cukup tinggi seiring minat beli dan investasi yang sudah berangsur-angsur membaik.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






