Jumat, 15 Mei 2026

Usai Naik Berhari-hari, Saham Favorit Lo Kheng Hong Intiland (DILD) Mendadak ARB 

Penulis : Parluhutan Situmorang
29 Mei 2023 | 16:27 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – Harga saham emiten properti favorit Lo Kheng Hong, PT Intiland Development Tbk (DILD), mendadak anjlok hingga auto reject bawah (ARB) sepanjang perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/5/2023).

Sebagai informasi, investor kawakan Lo Kheng Hong memiliki 686.416.700 saham DILD atau 6,62% per 30 April 2020. Dengan demikian, nilai sahamnya turun menjadi Rp 164,74 miliar.

Saham DILD ditutup anjlok sebanyak Rp 18 (6,98%) menjadi Rp 240, meski awalnya saham dibuka menguat ke level Rp 260. Sedangkan level pergerakan harga saham ini berada dalam ksiaran Rp 240-280 per saham.

ADVERTISEMENT

Meski ditutup turun hingga ARB, saham DILD masih mencatatkan lonjakan harga sepanjang Mei 2023 berjalan. Saham DILD menguat dari posisi akhir bulan lalu Rp 166 menjadi Rp 240 pada penutupan hari ini atau masih melesat 44,57%.

Penurunan harga saham DILD tersebut sejalan dengan pelemahan tipis indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 5,9 poin (0,09%) menjadi 6.681,10. Padahal, indeks sempat anjlok lebih dari 60 poin pada sesi I sepanjang Senin (29/5/2023).

Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan, perseroan menargetkan marketing sales Rp 2,4 triliun tahun ini. Selain itu dalam rangka memperkuat cashflow, perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengatakan, target dicanangkan sejalan dengan semakin kondusifnya kondisi perekonomian dan industri properti nasional.

Untuk mencapai target itu, perseroan akan memfokuskan upaya untuk mengejar target dengan meningkatkan penjualan stok unit atau inventori dari proyek-proyek berjalan maupun pengembangan-pengembangan baru di segmen high rise, kawasan perumahan, dan kawasan industri.

 “Perseroan saat ini memiliki stok unit atau inventori di sejumlah proyek di segmen pengembangan mixed-use & high rise. Beberapa di antaranya yakni di Jakarta, seperti apartemen 1Park Avenue, Fifty Seven Promenade, Regatta, dan SQ Rés serta di Surabaya seperti Apartemen Praxis, The Rosebay, Sumatra36, dan Spazio Tower,” jelasnya, baru-baru ini.

Archied juga memproyeksikan kondisi pasar properti tahun ini masih cukup menantang namun akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Lantaran, tingkat kebutuhan masyarakat terhadap produk properti diperkirakan masih cukup tinggi seiring minat beli dan investasi yang sudah berangsur-angsur membaik.

Kuartal I

Hingga kuartal pertama 2023, Intiland Development berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,54 triliun. Jumlah tersebut naik Rp 981 miliar atau melonjak 174,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 562,5 miliar.

Peningkatan pendapatan usaha tersebut, menurut Archied, terutama ditopang oleh adanya pengakuan penjualan dari segmen pengembangan mixed-use & high rise, khususnya dari apartemen Fifty Seven Promenade.

Selain itu, peningkatan tersebut juga dikontribusi dari segmen pengembangan lainnya, seperti kawasan perumahan, kawasan industri, dan properti investasi. “Pendapatan usaha meningkat signifikan terutama karena adanya pengakuan penjualan apartemen Fifty Seven Promenade yang sudah proses serah terima,” tutur dia.

Pendapatan dari pengembangan (development income) masih memberikan kontribusi terbesar, mencapai Rp 1,36 triliun atau 88,3% dari keseluruhan. Jumlah tersebut melonjak 246,5% dibanding perolehan kuartal I-2022 senilai Rp 393,4 miliar.

Peningkatan pendapatan usaha tersebut juga telah mendorong meningkatnya kinerja profitabilitas Perseroan. Laba kotor Intiland tercatat mencapai Rp 746,7 miliar, atau naik 255,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba usaha dan laba tahun berjalan masing-masing sebesar Rp 663,9 miliar dan Rp 391,7 miliar, atau mengalami pengangkatan 407,5% dan 492,9%.

“Laba bersih triwulan I tahun ini sebesar Rp 30,4 miliar, atau membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mengalami rugi bersih Rp 72,7 miliar. Sebagian besar porsi laba tahun berjalan yang kami bukukan, diatribusikan ke kepentingan non-pengendali sebesar Rp 361,3 miliar,” terang Archied.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia