Jumat, 15 Mei 2026

Setelah Budi Hartono, Giliran Michael Hartono Geser Low Tuck Kwong

Penulis : Jauhari Mahardhika
29 Mei 2023 | 17:08 WIB
BAGIKAN
Budi Hartono dan Michael Hartono (Duo Hartono) adalah pendiri Grup Djarum, kelompok usaha yang mengendalikan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Foto: Istimewa)
Budi Hartono dan Michael Hartono (Duo Hartono) adalah pendiri Grup Djarum, kelompok usaha yang mengendalikan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Kekayaan Low Tuck Kwong, pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), terus melorot. Setelah disalip Budi Hartono, kini giliran Michael Hartono yang menggeser posisi Low Tuck Kwong dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Budi Hartono dan Michael Hartono (Duo Hartono) adalah pendiri Grup Djarum, kelompok usaha yang mengendalikan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.

Nilai kekayaan bersih Budi Hartono mencapai US$ 26,5 miliar (Rp 396,5 triliun) atau di peringkat 1, berdasarkan real-time billionaires list di Forbes, yang diakses pada Senin sore (29/5/2023). Kemudian, Michael Hartono berhasil naik ke peringkat 2 dengan nilai kekayaan bersih US$ 25,4 miliar (Rp 380 triliun). Sebelumnya, Michael Hartono di peringkat 3.

ADVERTISEMENT
Setelah Budi Hartono, Giliran Michael Hartono Geser Low Tuck Kwong
Michael Hartono. (Foto: Dimas Ardian/Bloomberg)

Sedangkan Low Tuck Kwong turun ke peringkat 3 dengan nilai kekayaan bersih US$ 24,4 miliar (Rp 365 triliun). Pada Desember 2022, Low Tuck Kwong sempat berada di peringkat 1, setelah menggeser Budi Hartono yang sudah sekian lama di posisi puncak. Namun, baru-baru ini, Budi Hartono kembali merebut takhta orang terkaya tersebut dari Low Tuck Kwong.

Dan, kini posisi Low Tuck Kwong kembali di bawah Duo Hartono.

Anjloknya nilai kekayaan bersih Low Tuck Kwong seiring jatuhnya harga saham Bayan Resources (BYAN). Pada perdagangan Senin (29/5), saham BYAN ditutup terpangkas 4,8% ke level Rp 17.275. Dalam sebulan terakhir, BYAN longsor 24,7% dan sejak akhir 2022 (year to date/ytd) amblas 17,7%. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia