Harita Nickel (NCKL) Tahan Banting? Potensi Cuan dari Sahamnya Besar
JAKARTA, investor.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel melaporkan peningkatan volume produksi yang besar pada kuartal I-2023 menjadi 14 ribu ton, melesat 116,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. Meski fluktuasi harga komoditas menjadi tantangan, kinerja perseroan diprediksi masih solid hingga akhir tahun ini.
Analis Samuel Sekuritas Juan Harahap mengungkapkan, volume produksi Harita Nickel yang besar terutama didorong oleh tambahan lima produksi dari total delapan smelter RKEF HJF, yang membantu meningkatkan volume penjualan NPI perusahaan menjadi 5 ribu ton atau naik 88,3% (yoy). Harita Nickel memperkirakan lini produksi yang tersisa akan mulai beroperasi pada kuartal II-2023.
“Smelter RKEF HJF akan mencapai kapasitas produksi penuhnya pada kuartal III-2023. Inilah mengapa outlook perseroan tetap prospektif, meskipun ada beberapa ganjalan dari global,” tulis Juan dalam riset terbaru.
Menurut dia, peningkatan produksi oleh HJF menyebabkan lonjakan biaya bahan baku dan biaya lain-lain. Emiten berkode saham NCKL tersebut juga mencatatkan lonjakan biaya penambangan, yang disebabkan oleh perekrutan beberapa kontraktor tambang pada April 2022 untuk menggenjot produksi.
“NCKL memperkirakan pengeluarannya akan menurun pada kuartal II-2023, yang didukung oleh upaya efisiensi perusahaan. Ada potensi pertumbuhan pendapatan yang ditopang pertumbuhan produksi,” sebut Juan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






