Jumat, 15 Mei 2026

Harita Nickel (NCKL) Tahan Banting? Potensi Cuan dari Sahamnya Besar

Penulis : Ely Rahmawati
29 Mei 2023 | 21:54 WIB
BAGIKAN
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel). (Foto: Perseroan)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel melaporkan peningkatan volume produksi yang besar pada kuartal I-2023 menjadi 14 ribu ton, melesat 116,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. Meski fluktuasi harga komoditas menjadi tantangan, kinerja perseroan diprediksi masih solid hingga akhir tahun ini.

Analis Samuel Sekuritas Juan Harahap mengungkapkan, volume produksi Harita Nickel yang besar terutama didorong oleh tambahan lima produksi dari total delapan smelter RKEF HJF, yang membantu meningkatkan volume penjualan NPI perusahaan menjadi 5 ribu ton atau naik 88,3% (yoy). Harita Nickel memperkirakan lini produksi yang tersisa akan mulai beroperasi pada kuartal II-2023.

“Smelter RKEF HJF akan mencapai kapasitas produksi penuhnya pada kuartal III-2023. Inilah mengapa outlook perseroan tetap prospektif, meskipun ada beberapa ganjalan dari global,” tulis Juan dalam riset terbaru.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, peningkatan produksi oleh HJF menyebabkan lonjakan biaya bahan baku dan biaya lain-lain. Emiten berkode saham NCKL tersebut juga mencatatkan lonjakan biaya penambangan, yang disebabkan oleh perekrutan beberapa kontraktor tambang pada April 2022 untuk menggenjot produksi.

“NCKL memperkirakan pengeluarannya akan menurun pada kuartal II-2023, yang didukung oleh upaya efisiensi perusahaan. Ada potensi pertumbuhan pendapatan yang ditopang pertumbuhan produksi,” sebut Juan. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia