Jumat, 15 Mei 2026

Sektor Ini Bikin IHSG Babak Belur saat Bursa Lain Menghijau

Penulis : Muawwan Daelami
30 Mei 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Pialang melihat grafik perkembangan harga saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pialang melihat grafik perkembangan harga saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, Investor.id – Pelemahan saham-saham batu bara berkapitalisasi besar memukul indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/5/2023), saat bursa saham regional menghijau dan negosiasi plafon utang Amerika Serikat (AS) tuntas.

Kemarin, indeks terpangkas 0,09% ke level 6.681, setelah sebelumnya sempat turun ke level 6.616. Sementara itu, indeks FTSE BM Malaysia naik 0,14%, PSEi Filipina 0,96%, SETi Thailand 0,7%, dan VN-Index Vietnam naik 1%. Adapun indeks STI Singapura turun 0,38%. Sementara itu, indeks SH Comp Tiongkok naik 0,28%, Sensex India 0,56%, Nikkei225 Jepang 1%, dan TAEIX Taiwan 0,8%.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy mencapai kesepakatan akhir, Minggu (28/5/2023), untuk menaikkan plafon utang negara. Kini, mereka bekerja memastikan dukungan yang cukup di Kongres untuk meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) itu pekan ini.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data BEI, sebanyak lima saham batu bara masuk 10 besar pemberat IHSG. Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemberat terbesar indeks dengan kontribusi penurunan 16,7 poin, setelah turun 4,8%. Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbangkan penurunan indeks 2 poin, PT United Tractors Tbk (UNTR) 0,72%, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) turun 0,66%, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 0,55 poin.

Saham BYAN juga menyumbangkan penurunan indeks terbesar selama Mei 2023, sebesar 80,87, dan sepanjang 2023 sebesar 71 poin. Adaro berada di posisi kedua, masing-masing sebesar 34 poin selama Mei dan 59 poin selama year to date.

Sepanjang 2023, IHSG turun 2,47%, sedangkan IDX Sector Energy ambles lebih dalam, sebesar 23%. Ini tak lepas dari terus melorotnya harga batu bara di pasar dunia. Harga batu bara, berdasarkan tradingeconomics.com, harga batu bara turun menjadi US$ 160 per ton pada 26 Mei 2023, dibandingkan awal tahun US$ 387 per ton.

Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM menjelaskan, penurunan IHSG pada perdagangan hari ini, seiring tren pelemahan harga batu bara dunia. Akibatnya, kinerja saham-saham batu bara terkoreksi. Ditambah lagi, isu debt ceiling belum mencapai titik final.

“Jadi, sentimen debt ceiling tetap menjadi perhatian investor. Namun, penurunan harga batu bara saat ini telah membuat saham-saham energi tergerus cukup dalam sepekan ini, sehingga pergerakan saham energi masih akan volatile,” tutur Roger kepada Investor Daily, Senin (29/5/2023).

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia