Jumat, 15 Mei 2026

Medikaloka Hermina (HEAL) Targetkan Pendapatan 2023 Naik 16,33%

Penulis : Indah Handayani
31 Mei 2023 | 05:00 WIB
BAGIKAN
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). (Foto: Perseroan)
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Emiten pengelola rumah sakit, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) targetkan pendapatan hingga Rp 5,7 triliun pada tahun ini atau meningkat 16,33% dari realisasi pendapatan 2022 sebesar Rp 4,90 triliun. Sejalan dengan itu margin EBITDA diharapkan pada angka 28%.

Direktur Keuangan Medikaloka Hermina (HEAL) Aristo Setiawidjaja mengatakan, agar target itu tercapai perseroan berbagai strategi sudah disiapkan oleh perseroan, mulai dari penekanan biaya operasional, penambahan tempat tidur hingga penambahan kompleksitas layanan. Maka dari itu pada tahun ini Hermina siap merogoh kocek sebesar Rp 1,2 triliun.

“Capex juga akan digunakan untuk menambah rumah sakit baru di Pasuruan, Madiun, Ciawi, Aceh dan juga rumah sakit di daerah Ibukota Negara (IKN),” jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (30/5/2023).

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, HEAL saat ini memiliki layanan penyakit jantung, radioterapi, neurologi, ortopedi dan juga pelayanan ibu dan anak. Saat ini HEAL mengelola 45 rumah sakit yang tersebar di 31 wilayah di Indonesia dengan jumlah kasur mencapai 6,468 tempat tidur. Sebanyak 8 RSU bertipe B dan 377 RSU lainya bertipe C.

Medikaloka Hermina (HEAL) Targetkan Pendapatan 2023 Naik 16,33%
Direktur Keuangan Medikaloka Hermina (HEAL) Aristo Setiawidjaja Sumber: website Hermina

Adapun hingga kuartal I-2023, Aristo menyebutkan perseroan telah merealisasikan capex sebesar Rp 298 miliar yang digunakan untuk membangun tiga rumah sakit baru, salah satu diantaranya yakni yang berlokasi di Universitas Surabaya. Capex juga digunakan perseroan untuk menambah jumlah tempat tidur pada rumah sakit existing.

Pada periode ini, HEAL membukukan penurunan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun tipis menjadi Rp 108,9 miliar pada kuartal I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 111,24 miliar. Padahal, perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan bersih dari Rp 1,21 triliun menjadi Rp 1,35 triliun hingga akhir Maret 2023.

Pada saat yang sama, perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dimana para pemegang saham menyetujui usulan dari perseroan untuk membagikan dividen sebesar Rp 7 per saham dengan total mencapai Rp 104,75 miliar. Dia menegaskan bahwa dividen yang diberikan oleh perseroan terus meningkat tiap tahun.”Misalnya pada tahun 2021 silam perseroan membagikan dividen sebesar Rp 6 per saham,” ujar dia.

Jumlah dividen sebesar Rp 104,75 miliar ini setara dengan 35% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2022 sebesar Rp 298,59 miliar. Angka itu justru mengalami penurunan hingga 70,01% dari dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya dimana perseroan mengantongi untung Rp 995,97 miliar atau nyaris satu triliun. Penurunan laba ini sejalan dengan performa pendapatan yang juga melemah 16,47% menjadi Rp 4,90 triliun dari sebelumnya pendapatan bisa mencapai Rp 5,86 triliun.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia