Jumat, 15 Mei 2026

Kimia Farma (KAEF) Bidik Pertumbuhan Penjualan 20,88%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
1 Jun 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
PT Kimia Farma Tbk (KAEF). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Kimia Farma Tbk (KAEF). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bidik pertumbuhan penjualan 2023 sebesar 20,88% menjadi Rp 11 triliun dari penjualan pada 2022 sebesar Rp 9,1 triliun. Hal ini seiring dengan rencana perseroan penambahan 90 outlet baru di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Kimia Farma (KAEF) David Utama mengatakan, penambahan outlet akan diiringi dengan meningkatkan penetrasi pasar. “Perseroan juga akan melakukan pembenahan layanan kesehatan dan ritel farmasi dan jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat,” jelas dia dalam usai konferensi pers, Rabu (31/5/2023).

Direktur Keuangan Kimia Farma (KAEF) Lina Sari mengatakan, untuk penambahan outlet dan juga investasi pembenahan klinik dan lab perseroan siap merogoh kocek hingga Rp 1,26 triliun sebagai belanja modal atau capital expenditure (Ccapex). Nantinya, capex tersebut akan menjadi modal perseroan dalam melakukan rebranding laboratorium, klinik Kimia Farma dan peremajaan semua alat yang dimiliki.

ADVERTISEMENT
Kimia Farma (KAEF) Bidik Pertumbuhan Penjualan 20,88%
Public Expose PT Kimia Farma Tbk (KAEF)

“Adapun hingga kuartal I-2023, KAEF sudah merealisasikan capex sebesar Rp 90 miliar,” ujar dia.

Dia menambahkan, dengan strategi ini, perseroan berharap dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp 11 triliun dengan proyeksi sumbangsih masih didominasi oleh segmen ritel farmasi. Dengan semangat yang sama, laba bersih yang diproyeksikan pada akhir 2023 yakni sebesar Rp 130 miliar atau berbalik untung dari sebelumnya merugi 170,05 miliar pada 2022.

Kinerja Kuartal I

Emiten farmasi pelat merah memperoleh penjualan sebesar Rp 2,30 triliun di kuartal I-2023. Kinerja positif yang diraih oleh Anggota Holding BUMN Farmasi Bio Farma ini sejalan dengan meningkatnya pendapatan, baik dari pasar domestik maupun ekspor.

Adapun realisasi penjualan ekspor Kimia Farma sepanjang Januari hingga Maret 2023 tumbuh 77% menjadi Rp33,11 miliar. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh perseroan dipasarkan ke berbagai belahan dunia yakni Asia, Eropa, Australia, Afrika dan Amerika.

Kinerja positif juga tercermin dari kenaikan kontribusi dari penjualan produk over the counter (OTC) dan kosmetik yang meningkat signifikan menjadi Rp66,46 miliar. Selain itu, kontribusi produk etikal juga meningkat menjadi Rp 774,14 miliar hingga akhir Maret 2023.

Disebutkan, keputusan Manajemen Kimia Farma untuk menerapkan operational excellence with path to profitability turut membuat beban pokok penjualan perseroan turun secara tahunan pada kuartal I-2023 menjadi Rp1,44 triliun. Dengan demikian, Kimia Farma mampu membukukan pertumbuhan laba kotor 14% menjadi Rp858,58 miliar.

David menyampaikan kenaikan pendapatan diperoleh dari perbaikan portofolio penjualan produk dengan margin tinggi yaitu produk etikal. David menambahkan EBITDA perusahaan juga positif mencapai Rp 238,97 miliar. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi manajemen untuk menerapkan operational excellence with path to profitability.

“Mengawali tahun 2023, KAEF turn around dengan mencatatkan kinerja positif dan meningkat dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Operational excellence dan transformasi SDM yang telah dijalankan sudah membuahkan hasil,” kata dia.

Kimia Farma membukukan jumlah laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan Non Pengendali senilai Rp 24,62 miliar pada kuartal I tahun 2023. Realisasi ini meningkat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,52 miliar. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia