Kimia Farma (KAEF) Bidik Pertumbuhan Penjualan 20,88%
JAKARTA, investor.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bidik pertumbuhan penjualan 2023 sebesar 20,88% menjadi Rp 11 triliun dari penjualan pada 2022 sebesar Rp 9,1 triliun. Hal ini seiring dengan rencana perseroan penambahan 90 outlet baru di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Kimia Farma (KAEF) David Utama mengatakan, penambahan outlet akan diiringi dengan meningkatkan penetrasi pasar. “Perseroan juga akan melakukan pembenahan layanan kesehatan dan ritel farmasi dan jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat,” jelas dia dalam usai konferensi pers, Rabu (31/5/2023).
Direktur Keuangan Kimia Farma (KAEF) Lina Sari mengatakan, untuk penambahan outlet dan juga investasi pembenahan klinik dan lab perseroan siap merogoh kocek hingga Rp 1,26 triliun sebagai belanja modal atau capital expenditure (Ccapex). Nantinya, capex tersebut akan menjadi modal perseroan dalam melakukan rebranding laboratorium, klinik Kimia Farma dan peremajaan semua alat yang dimiliki.
“Adapun hingga kuartal I-2023, KAEF sudah merealisasikan capex sebesar Rp 90 miliar,” ujar dia.
Dia menambahkan, dengan strategi ini, perseroan berharap dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp 11 triliun dengan proyeksi sumbangsih masih didominasi oleh segmen ritel farmasi. Dengan semangat yang sama, laba bersih yang diproyeksikan pada akhir 2023 yakni sebesar Rp 130 miliar atau berbalik untung dari sebelumnya merugi 170,05 miliar pada 2022.
Kinerja Kuartal I
Emiten farmasi pelat merah memperoleh penjualan sebesar Rp 2,30 triliun di kuartal I-2023. Kinerja positif yang diraih oleh Anggota Holding BUMN Farmasi Bio Farma ini sejalan dengan meningkatnya pendapatan, baik dari pasar domestik maupun ekspor.
Adapun realisasi penjualan ekspor Kimia Farma sepanjang Januari hingga Maret 2023 tumbuh 77% menjadi Rp33,11 miliar. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh perseroan dipasarkan ke berbagai belahan dunia yakni Asia, Eropa, Australia, Afrika dan Amerika.
Kinerja positif juga tercermin dari kenaikan kontribusi dari penjualan produk over the counter (OTC) dan kosmetik yang meningkat signifikan menjadi Rp66,46 miliar. Selain itu, kontribusi produk etikal juga meningkat menjadi Rp 774,14 miliar hingga akhir Maret 2023.
Disebutkan, keputusan Manajemen Kimia Farma untuk menerapkan operational excellence with path to profitability turut membuat beban pokok penjualan perseroan turun secara tahunan pada kuartal I-2023 menjadi Rp1,44 triliun. Dengan demikian, Kimia Farma mampu membukukan pertumbuhan laba kotor 14% menjadi Rp858,58 miliar.
David menyampaikan kenaikan pendapatan diperoleh dari perbaikan portofolio penjualan produk dengan margin tinggi yaitu produk etikal. David menambahkan EBITDA perusahaan juga positif mencapai Rp 238,97 miliar. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi manajemen untuk menerapkan operational excellence with path to profitability.
“Mengawali tahun 2023, KAEF turn around dengan mencatatkan kinerja positif dan meningkat dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Operational excellence dan transformasi SDM yang telah dijalankan sudah membuahkan hasil,” kata dia.
Kimia Farma membukukan jumlah laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan Non Pengendali senilai Rp 24,62 miliar pada kuartal I tahun 2023. Realisasi ini meningkat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,52 miliar.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now


