Jumat, 15 Mei 2026

Cetak Lonjakan Laba 46,9%, Bagaimana dengan Beban Keuangan Pertamina Geothermal (PGEO)? 

Penulis : Parluhutan Situmorang
4 Jun 2023 | 19:13 WIB
BAGIKAN
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), untuk pertama kalinya memiliki pos pendapatan baru dari hasil perdagangan karbon.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), untuk pertama kalinya memiliki pos pendapatan baru dari hasil perdagangan karbon.

JAKARTA, Investor.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berhasil mencetak lompatan laba bersih sebanyak 46,9% dari US$ 31,4 juta menjadi US$ 46,9 juta pada kuartal I-2023. Lompatan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan dari US$ 82,8 juta menjadi US$ 96,4 juta.

Meski kinerja keuangan melesat, peningkatan beban keuangan sebanyak 208,07% pada kuartal I-2023 sejalan dengan peningkatan beban bunga pinjaman menjadi satu dari beberapa fokus analis.

Berdasarkan laporan keuangan PGEO di Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan bahwa beban keuangan naik menjadi US$ 6,45 juta per 31 Maret 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai US$ 2,09 juta. Kenaikan tersebut dipicu atas peningkatan bunga jangka pendek hingga 545,35% menjadi US$ 4,65 juta dari US$ 721.000 pada akhir Maret tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Begitu juga dengan bunga pinjaman jangka panjang PGEO juga naik sekitar 33,66% dari US$ 1,32 juta menjadi US$ 1,76 juta. Sedangkan bunga atas sewa yang memberikan kontribusi kecil pada beban keuangan turun tipis dari US$ 53.000 menjadi US$ 32.000.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama menyebutkan, kenaikan  beban keuangan menjadi perhatian para pelaku pasar, karena pertumbuhan tinggi secara tahunan.

Apalagi, lanjut Nafan, peningkatan laba bersih perseroan turut ditopang oleh tingginya pendapatan selisih kurs yang merupakan uncontrollable variable dalam sebuah kinerja keuangan. “Sehingga peningkatan laba hasil selisih kurs dan tingginya beban keuangan dirasa kurang ideal,” katanya kepada wartawan.

Sebagai perusahaan yang sudah listing di bursa saham, paparnya, PGEO harus sudah menerapkan sistem Good Corporate Governance (GCG) dengan mitigasi risiko yang kuat. “GCG dan terkait mitigasi risiko yang perlu dihadapi emiten seperti PGEO ini,” tegasnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia