Setelah Ditutup ARA Pekan Lalu, Bagaimana Prospek Pergerakan GOTO Hari Ini?
JAKARTA, investor.id - Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat signifikan dan menyentuh auto reject atas (ARA) pada perdagangan Rabu (31/5/2023), yang kemudian menyedot perhatian banyak investor. Apalagi, lonjakan harga saham GOTO dari level Rp 111 menjadi Rp 147 tejadi di menit terakhir perdagangan.
Tak hanya itu, volume perdagangan saham GOTO menyentuh rekor hingga 45,94 miliar saham dengan nilai Rp 6,44 triliun setelah hari itu saham GOTO resmi menjadi penghuni indeks MSCI. Bahkan, investor asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham GOTO hingga Rp 2,86 triliun di pasar reguler.
Apakah saham GOTO masih mampu untuk mencetak penguatan hari ini? Terlebih, setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) merealisasikan kebijakan normalisasi sistem perdagangan dengan menetapkan batas auto reject bawah (ARB) sebesar 15%.
Baca Juga:
Bukalapak (BUKA) Janji Bagi DividenMeski harganya melesat, sejumlah analis meyakini peluang kenaikan harga saham masih sangat terbuka, seiring masuknya GOTO ke indeks MSCI. Menurut analisis Bloomberg Intelligence, serbuan investor asing hingga saham GOTO menyentuh ARA baru "tip of the iceberg" alias puncak gunung es saja. Artinya, aksi borong pemodal asing di GOTO masih berlanjut ke depan.
"Inklusi GOTO ke MSCI juga akan mencuri pamor Sea Ltd di bursa Amerika dan Grab Holdings seiring diversifikasi investasi di kawasan Asia Tenggara," tulis Bloomberg Intelligence Senior Associate Analyst Sufianti dan Nathan Naidu, Bloomberg Intelligence Technology Industry Analyst, dalam catatannya, Jumat (2/6/2023).
Selain faktor MSCI, saham GOTO menjadi objek buruan investor asing, karena harganya sudah kelewat murah. Harganya jauh di bawah IPO level Rp 338. Di sisi lain, GOTO berhasil memperbailki kinerjanya yang tercermin pada laporan keuangan kuartal I-2023. Hal ini membangkitkan optimisme di kalangan investor bahwa GOTO bakal mampu meraih target adjusted EBITDA positif pada akhir 2023 lalu menuju profit.
Bisa Naik Lagi?
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






