Emiten Wanita Terkaya (MBAP) Tebar Dividen Rp 963/Saham, 5 Juni Jadi Tanggal Penting!
JAKARTA, investor.id - PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) akan membagikan dividen senilai Rp 1,18 triliun atau Rp 963 per saham.
Dalam keterbukaan informasi perseroan disebutkan bahwa cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada jatuh pada Senin, 5 Juni 2023. Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi di 6 Juni. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen pada 7 Juni. Dan, tanggal pembayaran dividen 13 Juni.
Cum dividen adalah tanggal terakhir investor dapat membeli saham tertentu untuk mencatatkan diri sebagai investor yang berhak menerima dividen dari emiten tersebut. Sedangkan ex dividen merupakan tanggal di mana investor sudah tidak mendapatkan hak dividen dari suatu saham yang dibelinya.
Sebelumnya, rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Mitrabara Adiperdana menetapkan dividen sebesar Rp 1,18 triliun untuk tahun buku 2022. Pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2022, termasuk memberikan ratifikasi atas pembagian dividen interim yang telah dilaksanakan pada 15 Oktober 2022.
“Termasuk persetujuan atas rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022, dimana perseroan selanjutnya akan melakukan pembagian dividen tunai sekitar Rp 1,18 triliun kepada seluruh pemegang saham perseroan,” kata Direktur Utama Mitrabara Adiperdana Khoirudin, usai RUPST di Jakarta, Rabu (24/5/2023).
Wanita Terkaya
Pemegang saham MBAP per 30 April adalah PT Wahana Sentosa Cemerlang 60%, PT Wahana Batubara Indonesia 30%, dan masyarakat 10%.
Pemilik manfaat akhir dari kepemilikan saham MBAP, yakni Ghan Djoe Hiang. Dalam daftar 50 orang terkaya 2022 dari Forbes, Ghan Djoe Hiang berada di peringkat 41 dengan kekayaan bersih US$ 1,07 miliar. Membuatnya menjadi salah satu wanita terkaya di Indonesia.
Melansir Forbes, Ghan Djoe Hiang berusia 79 tahun adalah istri mendiang taipan Indonesia Athanasius Tossin Suharya, pendiri grup Baramulti yang bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara. Suharya meninggal dunia pada tahun 2020 di usia 77 tahun.
Suharya memulai grup pada tahun 1971 dengan mendirikan PT Ensicon Indonesia, kontraktor umum, dan melakukan diversifikasi ke perdagangan batu bara pada tahun 1988. Baramulti Group saat ini memiliki 11 konsesi batu bara di Kalimantan dan Sumatra.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






