Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Masih Berpotensi Menguat Hari Ini

Penulis : Grace El Dora
6 Jun 2023 | 13:14 WIB
BAGIKAN
Seorang konsumen menggunakan telepon pintar saat antre menukarkan mata uang asing pada jasa penukaran di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)
Seorang konsumen menggunakan telepon pintar saat antre menukarkan mata uang asing pada jasa penukaran di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/aa)

JAKARTA, investor.id – Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menyatakan rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. Pasalnya, ekspektasi bank sentral AS yang jeda menaikkan suku bunga pada Juni 2023.

“Data ekonomi AS yang dirilis semalam menunjukkan pertumbuhan di bawah ekspektasi pasar seperti data aktivitas sektor jasa dan pesanan pabrik. Survei CME Fed Watch Tool menunjukkan kenaikan probabilitas bahwa bank sentral AS akan melakukan jeda di Juni ini dari 74,75% menjadi 77,1%,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (6/6).

Secara berkala, CME disebut mengadakan survei ke pelaku pasar mengenai probabilitas penetapan suku bunga acuan AS pada rapat moneter yang akan berlangsung. Saat ini, suku bunga tetap memiliki probabilitas lebih besar dibandingkan probabilitas kenaikan 25 basis poin (bps).

ADVERTISEMENT

Selain karena faktor di atas, persetujuan terkait penyelesaian batas utang AS mendorong pelaku pasar berani masuk ke aset berisiko.

“Dari dalam negeri, penurunan kenaikan inflasi yang membuat inflasi Indonesia masih di dalam target juga meningkatkan keyakinan pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dan ini mendukung rupiah,” ungkap Aris.

Di sisi lain, pasar perlu mewaspadai sentimen pasar pagi ini yang tidak terlalu bullish untuk aset berisiko. Indeks saham Asia bergerak beragam dan nilai tukar regional bergerak sedikit melemah terhadap dolar AS.

“Potensi penguatan ke arah Rp 14.850 (per dolar AS), dengan potensi pelemahan ke arah Rp 14.950 (per dolar AS),” tuturnya.

Pada Selasa, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank menguat 0,47% atau 70 poin menjadi Rp 14.820 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.890 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia