Ternyata Ini yang Pukul Mundur Pergerakan Bitcoin
JAKARTA, investor.id – Harga aset kripto Bitcoin (BTC) dalam jangka pendek atau sepekan ini diprediksi menguji level terendah (support) US$ 25.000 dengan level tertinggi (resistance) terdekat US$ 25.880.
Sementara itu, Ethereum (ETH) dalam jangka pendek berpotensi menguji level resistance terdekat di US$ 1.900, jika mampu bertahan di atas US$ 1.780.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menjelaskan, pasar aset kripto dalam tekanan setelah Securities and Exchange Commission (SEC) menggugat Binance dan salah satu pendirinya, Changpeng Zhao. Mereka dituduh melanggar undang-undang sekuritas (efek) federal AS.
Tuntutan dari SEC menyebabkan harga Bitcoin anjlok mencapai level terendah 60 hari akibat panic selling yang dilakukan investor. Selain Bitcoin, beberapa aset kripto lain yang harganya ikut turun adalah BNB, DOGE, dan SOL.
“Turunnya harga aset kripto diprediksi berlangsung jangka pendek karena investor aset kripto bereaksi atas berita terkait isu SEC dengan Binance. Namun, secara jangka panjang, industri aset kripto masih sehat dan berpotensi kembali bergairah setelah isu Binance ini terlewati,” kata Panji, Selasa (6/6/2023).
Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) penangguhan plafon utang senilai US$ 31,4 triliun pada 31 Mei 2023. RUU ini disetujui pada 3 Juni 2023 oleh Presiden AS Joe Biden untuk menjadi Undang-Undang (UU).
Kesepakatan terbaru soal plafon utang tersebut akan berlaku sampai Januari 2025. Kementerian Keuangan AS akan menerbitkan obligasi atau treasury bills yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 1 triliun pada akhir kuartal III-2023. Obligasi secara bertahap diterbitkan mulai Juni 2023.
“Dalam jangka pendek, aset kripto bakal menghadapi tekanan sisi jual karena kontraksi moneter akibat peningkatan penerbitan obligasi. Namun, prospek jangka panjang bullish karena pasar akan mengalami pengeluaran tak terbatas dari belanja Pemerintah AS,” sambung Panji.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






