Jumat, 15 Mei 2026

Ternyata Ini yang Pukul Mundur Pergerakan Bitcoin

Penulis : Zsazya Senorita
6 Jun 2023 | 22:02 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto: AP/Kin Cheung, File)
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto: AP/Kin Cheung, File)

JAKARTA, investor.id – Harga aset kripto Bitcoin (BTC) dalam jangka pendek atau sepekan ini diprediksi menguji level terendah (support) US$ 25.000 dengan level tertinggi (resistance) terdekat US$ 25.880.

Sementara itu, Ethereum (ETH) dalam jangka pendek berpotensi menguji level resistance terdekat di US$ 1.900, jika mampu bertahan di atas US$ 1.780.

Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menjelaskan, pasar aset kripto dalam tekanan setelah Securities and Exchange Commission (SEC) menggugat Binance dan salah satu pendirinya, Changpeng Zhao. Mereka dituduh melanggar undang-undang sekuritas (efek) federal AS.

ADVERTISEMENT

Tuntutan dari SEC menyebabkan harga Bitcoin anjlok mencapai level terendah 60 hari akibat panic selling yang dilakukan investor. Selain Bitcoin, beberapa aset kripto lain yang harganya ikut turun adalah BNB, DOGE, dan SOL.

“Turunnya harga aset kripto diprediksi berlangsung jangka pendek karena investor aset kripto bereaksi atas berita terkait isu SEC dengan Binance. Namun, secara jangka panjang, industri aset kripto masih sehat dan berpotensi kembali bergairah setelah isu Binance ini terlewati,” kata Panji, Selasa (6/6/2023).

Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS) meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) penangguhan plafon utang senilai US$ 31,4 triliun pada 31 Mei 2023. RUU ini disetujui pada 3 Juni 2023 oleh Presiden AS Joe Biden untuk menjadi Undang-Undang (UU).

Kesepakatan terbaru soal plafon utang tersebut akan berlaku sampai Januari 2025. Kementerian Keuangan AS akan menerbitkan obligasi atau treasury bills yang nilainya diperkirakan mencapai US$ 1 triliun pada akhir kuartal III-2023. Obligasi secara bertahap diterbitkan mulai Juni 2023.

“Dalam jangka pendek, aset kripto bakal menghadapi tekanan sisi jual karena kontraksi moneter akibat peningkatan penerbitan obligasi. Namun, prospek jangka panjang bullish karena pasar akan mengalami pengeluaran tak terbatas dari belanja Pemerintah AS,” sambung Panji. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 31 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 35 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia