Jumat, 15 Mei 2026

Cara Garuda (GIAA) Lunasi Utang

Penulis : Thresa Sandra Desfika
7 Jun 2023 | 09:20 WIB
BAGIKAN
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. (JG Photo/Yudha Baskoro)
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. (JG Photo/Yudha Baskoro)

JAKARTA, investor.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menjelaskan mengenai progres perseroan dalam melunasi utang. Hal tersebut diungkapkan manajemen perseroan dalam menjawab pertanyaan salah satu peserta paparan publik GIAA pada 30 Mei 2023 yang digelar secara hybrid.

Peserta tersebut menanyakan apakah perseroan sudah melunasi utang perseroan, sebagaimana dikutip dari laporan hasil paparan publik Garuda, Rabu (7/6/2023).

Kemudian, manajemen Garuda menjawab bahwa perseroan telah menyelesaikan pemenuhan kewajiban terhadap kreditur yang termasuk dalam klasifikasi kreditur dengan nilai tagihan hingga Rp 255 juta.

ADVERTISEMENT

“Sedangkan untuk pemenuhan kewajiban kreditur > Rp 255 juta, perseroan membayarkan sejalan dengan perjanjian perdamaian PKPU yang sebelumnya telah disahkan melalui putusan homologasi PN Jakarta Pusat yang di dalamnya termasuk melalui skema konversi utang, pembayaran utang jangka panjang, hingga berbagai instrumen restrukturisasi lainnya,” jelas manajemen Garuda.

Selain itu, dilanjutkan bahwa perseroan membentuk sinking fund sebagai salah satu upaya memenuhi kewajiban perjanjian perdamaian PKPU.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan Garuda pada kuartal I-2023, tercatat bahwa total liabilitas perusahaan sebesar US$ 7,82 miliar yang terdiri dari liabilitas jangka pendek US$ 1,74 miliar dan liabilitas jangka panjang US$ 6,08 miliar. Adapun total aset Garuda per 31 Maret 2023 sebesar US$ 6,18 miliar.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia