Segmen Non Batu Bara Saratoga (SRTG) Bakal Kuat, Mirae Pasang Target Harga Segini
JAKARTA, investor.id – Mirae Asset Sekuritas menilai segmen non batu bara PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) bakal tumbuh kuat. Mengingat, sebelumnya Saratoga telah melakukan investasi yang agresif. Untuk itu, Mirae memulai inisiasi pada SRTG dengan rekomendasi trading buy dan memasang target harga SRTG. Berapakah itu?
Analis Mirae Rut Yesika Simak menilai, SRTG berdasarkan NAV-nya, penting untuk menekankan strategi investasinya yang diharapkan akan menyalurkan nilai modal sebesar US$ 100-150 juta per tahun ke beberapa investasi baru serta menambahkan portofolio yang sudah ada.
Meskipun terjadi lonjakan signifikan dalam kapitalisasi pasar ADRO dan MDKA selama booming komoditas sebelumnya, Rut mengatakan SRTG diharapkan akan menggeser fokusnya ke sektor-sektor non-karbon, yaitu Teknologi Digital, Kesehatan, Logistik, dan Energi Hijau, untuk mendiversifikasi portofolio investasinya.
Menurut Rut, berkat generasi kas yang kuat, termasuk dividen dari ADRO dan MPMX, serta divestasi TBIG ke BDIA, total utang SRTG telah turun secara signifikan menjadi Rp 686 miliar pada kuartal I-2023 dari Rp 1,5 triliun pada kuartal IV-2022. “Utang bersih telah menurun sebesar 88,1% (year on year/YoY) menjadi hanya Rp 354 miliar,” tulis Rut dalam risetnya, Rabu (7/6/2023).
Tidak hanya itu, lanjut Rut, rasio Loan-to-Value (LTV) turun menjadi hanya 0,6% pada Kuartal I-2023 dari 4,7% pada Kuartal I-2022. “Kami berharap bahwa kondisi neraca yang membaik secara signifikan ini dapat meningkatkan kemampuan SRTG dalam menyalurkan investasi dan pembagian dividen,” tambah Rut.
Lebih lanjut Rut mengatakan, penurunan yang diantisipasi sebesar 21% YoY dalam proyeksi pendapatan dividen SRTG menjadi hanya Rp 2 triliun tahun ini, karena efek high base dari harga batu bara ADRO tahun lalu. Ia menilai, hal itu, sudah tercermin dalam pergerakan harga sahamnya saat ini, yang cenderung menurun dalam periode year to date/YTD.
“Namun, ke depan, kami percaya bahwa diversifikasi SRTG ke investasi non-karbon dapat mendukung pertumbuhan NAV yang kuat dalam jangka Panjang,” jelas Rut.
Rus menegaskan, Mirae memulai inisiasi pada SRTG dengan rekomendasi trading buy dan target harga sebesar Rp 1,710. Pihaknya mengharapkan pertumbuhan yang kuat pada segmen non-batu bara SRTG, di mana sebelumnya telah melakukan investasi yang agresif.
“Target harga mencerminkan diskon sebesar 59% dari NAV 23F-nya, yang setara dengan -1SD dari diskon rata-rata NAV selama 5 tahun,” paparnya.
Rut menambahkan, ada tiga risiko investasi utama. Pertama, pembagian dividen dan penyaluran modal investasi yang lebih rendah dari yang diharapkan. Kedua, eksekusi ekspansi bisnis di perusahaan yang berinvestasi di luar sektor batubara yang lebih lambat dari yang diharapkan. “Terakhir, harga komoditas yang lebih rendah dari yang diharapkan,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





