Jumat, 15 Mei 2026

Dharma Satya (DSNG) Tebar Dividen Tunai Rp 318 Miliar

Penulis : Indah Handayani
9 Jun 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
RUPST PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) 
Sumber: Istimewa
RUPST PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) Sumber: Istimewa

JAKARTA, investor.id - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) tebar dividen tunai tahun buku 2022 sebesar Rp 318 miliar atau Rp 30 per saham. Angka tersebut telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), kamis (8/6/2023).

Manajemen DSNG mengatakan, jumlah dividen tunai yang dibagikan tersebut mencapai 26,3% dari total laba yang diatribusikan kepada entitas induk pada 2022. “Dividen tersebut akan dibagikan kepada pemegang saham sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap manajemen dalam keterangannya, Kamis (8/6/2023).

Manajemen DSNGmenjelaskan, Perseroan tidak menyisihkan dana cadangan wajib karena jumlah dana cadangan wajib. Perseroan sudah mencapai jumlah minimum yang diwajibkan oleh ketentuan yang berlaku. Sisa dari laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan yang digunakan untuk memperkuat modal kerja dan investasi.

ADVERTISEMENT

Selain mengenai dividen, Manajemen DSNG menyebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan komposisi Direksi, dengan pengangkatan dua Direktur Perseroan yang baru, yakni Arianto Oetomo dan Muhammad Hamdani, terhitung sejak tanggal ditutupnya RUPST sampai dengan berakhirnya masa jabatan para anggota Direksi Perseroan yang menjabat pada saat ini.

Sementara itu, Direktur Utama Dharma Satya Nusantara (DSNG) Andrianto Oetomo menjelaskan, Perseroan mencatatkan kinerja yang sangat positif, dan merupakan pencapaian terbaik sejak berdirinya perseroan yang didorong oleh kenaikan harga CPO global.

Perseroan mencatat penjualan tahun 2022 sebesar Rp 9,63 triliun, naik 35% dari Rp 7,12 triliun. Selain itu, laba bersih juga meningkat sebesar 63% menjadi Rp 1,21 triliun dari Rp 739,6 miliar. Sementara itu, segmen kayu, terutama pada produk panel yang mengalami peningkatan volume penjualan sebesar 6% dan harga rata-rata penjualan sebesar 21%.

“Kami optimistis pencapaian DSNG sampai akhir tahun masih bisa bertumbuh. Kami memperkirakan produksi CPO sampai akhir tahun bisa naik sekitar 10% dibandingkan 2022 dengan semakin banyaknya luasan kebun yang menghasilkan,” tutup Andrianto. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 27 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia