Sabtu, 4 April 2026

Laba Emiten TP Rachmat Loncat 60%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Mar 2026 | 08:06 WIB
BAGIKAN
Emiten sawit milik konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
Sumber; Ist
Emiten sawit milik konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) Sumber; Ist

JAKARTA, investor.id - Emiten TP Rachmat PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang solid di tengah dinamika industri global. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1,8 triliun, meningkat 60,2% secara tahunan (year-on-year/YoY), didukung oleh peningkatan volume penjualan serta membaiknya harga jual rata-rata, khususnya pada komoditas kelapa sawit.

Dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan penerimaan sebesar Rp 12,3 triliun pada tahun 2025, naik 21,7% YoY.  Segmen kelapa sawit tetap menjadi kontributor utama dengan porsi sebesar 88% terhadap total pendapatan. Sepanjang 2025, segmen ini mencatatkan penjualan sebesar Rp 10,8 triliun, tumbuh 23,5% YoY, sejalan dengan peningkatan harga rata-rata penjualan Crude Palm Oil (CPO) sebesar 13,2% YoY menjadi Rp 14,474/kg.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan bahwa keterbatasan pasokan global turut andil menjaga stabilitas harga CPO sepanjang tahun.

Advertisement

“Produksi CPO di negara eksportir utama seperti Indonesia dan Malaysia masih terbatas, sementara permintaan global tetap kuat. Di sisi domestik, implementasi kebijakan B40 juga turut menjaga stabilitas permintaan sehingga harga CPO tetap berada pada tingkat yang kondusif bagi industri,” ujar Andrianto dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Dari sisi operasional, perseroan mencatatkan kinerja produksi yang relatif stabil. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) meningkat 3,8% YoY menjadi 2,19 juta ton, dibandingkan 2,11 juta ton pada tahun sebelumnya. Produksi CPO meningkat sebesar 4,9% menjadi 631 ribu ton, sedangkan produksi palm kernel (PK) naik 4,5% menjadi 119 ribu ton. Perseroan juga berhasil menjaga tingkat Free Fatty Acid (FFA) CPO pada kisaran 3%, yang mencerminkan konsistensi dalam menjaga kualitas produk.

Pada segmen usaha produk kayu (wood products), perseroan mencatatkan kinerja yang membaik dengan penjualan mencapai Rp1,2 triliun, meningkat 7,8% YoY dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,1 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan produk panel kayu dan engineered flooring masing-masing sebesar 7,1% dan 1% YoY, yang turut diikuti kenaikan harga jual rata-rata sebesar 3,9% dan 4,2% YoY.

Perbaikan kinerja pada segmen ini merupakan hasil dari strategi perseroan dalam menyesuaikan portofolio produk dengan kebutuhan pasar serta memanfaatkan peluang yang muncul di tengah dinamika pasar kayu global dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, segmen energi terbarukan (renewable energy/RE) juga menunjukkan peningkatan kontribusi dengan pendapatan sebesar Rp 226 miliar, naik dari Rp 182,8 miliar pada tahun sebelumnya. Beroperasinya secara penuh pabrik pelet kayu di Boyolali menjadi salah satu pendorong pertumbuhan segmen ini, yang diharapkan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan energi berbasis rendah karbon.

Kinerja perseroan sepanjang 2025 turut ditopang oleh penerapan tata kelola perusahaan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian serta sinergi antar unit usaha. Hingga akhir tahun, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 17,6 triliun, meningkat 1,2% YoY. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 6 triliun, turun seiring berkurangnya utang bank, sehingga ekuitas meningkat menjadi Rp 11,6 triliun.

Sebagai pengakuan atas kinerja dan fundamental yang kuat, DSNG pada tahun 2025 berhasil masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, yang menyoroti perusahaan dengan kinerja finansial terbaik di kawasan ASEAN, serta Forbes Asia’s Best Under a Billion, yang memberikan apresiasi kepada perusahaan di Asia Pasifik dengan kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan.

Ke depan, perseroan akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui pengelolaan operasional yang disiplin, peningkatan produktivitas, serta penguatan diversifikasi bisnis guna menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 menit yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 14 menit yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.
Market 25 menit yang lalu

Laba Mitratel (MTEL) Rp 2,1 Triliun

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,11 triliun tahun 2025.
International 45 menit yang lalu

Serangan Udara Rusia Tewaskan 14 Warga Sipil Ukraina

Rusia luncurkan 500 drone ke Ukraina menjelang Paskah, 14 warga sipil tewas. Zelenskyy tawarkan bantuan amankan Selat Hormuz dari Iran.
InveStory 51 menit yang lalu

Tantangan Organisasional Menghadapi Gap Profesionalitas Bisnis

Turnaround Garuda hanya akan berhasil jika perusahaan berhenti sekadar memonetisasi kursi dan mulai mengorkestrasi sistem nilai perusahaan.
Business 55 menit yang lalu

Lima Jurus Menghadapi Periode Kritis Produksi Beras

Stok beras di atas 4 juta ton, masyarakat tidak perlu panik.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia