Jumat, 15 Mei 2026

Dorong Kinerja Berlanjut, LPKR Luncurkan Agenda Keberlanjutan 2030

Penulis : Parluhutan Situmorang
9 Jun 2023 | 15:39 WIB
BAGIKAN
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berupaya menyediakan properti sesuai minat pasar, termasuk kaum muda, dengan produk rumah tapak modern. (Foto: Ist)
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berupaya menyediakan properti sesuai minat pasar, termasuk kaum muda, dengan produk rumah tapak modern. (Foto: Ist)

JAKARTA, Investor.id – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), platform real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, meluncurkan agenda keberlanjutan 2030. Agenda tersebut telah dipublikasikan dalam laporan keberlanjutan 2022. 

Melalui agenda tersebut, LPKR secara terbuka berkomitmen untuk mencapai serangkaian target Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) holistik yang akan mendorong kinerja keberlanjutan perusahaan, menciptakan dampak positif bagi para pemangku kepentingan, dan pada akhirnya memajukan Agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia 2030.

Seperti diketahui, Agenda Keberlanjutan 2030 LPKR dibangun di atas kerangka kerja keberlanjutan yang menguraikan prioritas ESG di empat pilar utama, yaitu 1) Meningkatkan Kualitas Hidup, 2) Peduli Terhadap Lingkungan, 3) Berinvestasi pada Sumber Daya Manusia, dan 4) Mengedepankan Praktik Terbaik. 

ADVERTISEMENT

Pilar peningkatan kualitas hidup, yaitu  mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, memberikan peluang sosial ekonomi bagi masyarakat lokal, dan berinovasi untuk memperkaya pengalaman pelanggan. 

Minimal 90% rumah terjual dengan harga di bawah Rp 2 miliar setiap tahunnya. Rumah sakit dan klinik di lebih dari 60% provinsi di Indonesia, dengan lebih dari 40% portofolio rumah sakit berlokasi di luar Jawa. 3.000 kegiatan komunitas di bawah PASTI pada tahun 2030 (kumulatif) [tahun 2022: 432 kegiatan]. Terakhir 30.000 UMKM didukung di bawah PASTI3 pada tahun 2030 (kumulatif) [tahun 2022: 2.989 UMKM]

Pilar Peduli Terhadap Lingkungan, yaitu meningkatkan efisiensi sumber daya, mengembangkan produk dan proses yang lebih ramah lingkungan, dan memitigasi risiko iklim sambil memanfaatkan peluang baru.

Pengurangan intensitas emisi bangunan sebesar 35% pada tahun 2035, dengan pengurangan sebesar 15% pada tahun 2030 [tahun 2019: 0,164 ktCO2e/m2]. 20% konsumsi air dari sumber yang berkelanjutan pada tahun 2030. 30% peningkatan volume air olahan dari sumber berkelanjutan pada tahun 2030 [tahun 2019: ~520.000 m3]. Jumlah sampah yang dialihkan dari TPA menjadi dua kali lipat pada tahun 2030 [tahun 2022: ~1.400 ton]

Sedangkan pilar  berinvestasi pada Sumber Daya Manusia, yaitu menciptakan tempat kerja yang adil dan inklusif, memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan, serta memberdayakan staf untuk mencapai potensi penuh mereka.

Tidak ada korban jiwa dan cedera konsekuensi tinggi, ≤ 1 Tingkat Frekuensi Cedera Total Tercatat (TRIFR),  rata-rata 40 jam pelatihan per karyawan, serta menggandakan jam pelatihan ESG pada tahun 2030 [tahun 2022: 800 jam].

Praktik Terbaik

Pilar terkahir adalah mengedepankan Praktik Terbaik, yaitu menegakkan standar tertinggi tata kelola perusahaan, mempromosikan praktik berkelanjutan di seluruh rantai nilai, dan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam kinerja ESG.

Pilar tersebut terdiri atas sebanyak  100% penyelesaian latihan Kode Etik dan kebijakan anti korupsi. Tidak ada kasus ketidakpatuhan terhadap hukum dan peraturan yang mengakibatkan denda dan/atau sanksi. Tidak ada kasus hukum korupsi, penipuan dan penyuapan. Merumuskan Kebijakan Pengadaan Secara Berkelanjutan Grup, dan mensosialisasikan persyaratan kepada vendor.

Group CEO LPKR John Riady mengatakan,  LPKR berkomitmen untuk mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif berskala besar bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk bagi generasi mendatang.

“Kami dengan bangga mengumumkan peluncuran Agenda Keberlanjutan 2030, yang mengartikulasikan ambisi ESG kami melalui hasil nyata dan memberikan dampak berarti bagi para pemangku kepentingan. Dengan melihat kemajuan kami terhadap tujuan yang terukur, kami juga berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja ESG kami,” terangnya. 

Agenda Keberlanjutan 2030, ungkap dia, menyelaraskan kebijakan perusahaan dan rencana pertumbuhan bisnis dengan tujuan dan strategi keberlanjutan, serta memastikan bahwa kami mengambil pandangan jangka panjang tentang ESG perseroan bertransisi menuju masa depan yang berkelanjutan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia