Jumat, 15 Mei 2026

Saham BBHI dan ARTO Melesat Pekan Ini, Saham Bank Digital Pulih?

Penulis : Parluhutan Situmorang
9 Jun 2023 | 16:48 WIB
BAGIKAN
Petugas teller bank melayani nasabah saat bertransaksi di salah satu kantor bank digital di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petugas teller bank melayani nasabah saat bertransaksi di salah satu kantor bank digital di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Kedua saham ini, yaitu PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO), memimpin penguatan saham sektor bank digital pekan ini. Begitu juga dengan bank digital lainnya menunjukkan penguatan, meski di bawah kedua bank tersebut. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) , Jumat (9/6/2023), saham BBHI dan ARTO melesat. Saham BBHI ditutup naik Rp 235 (18,50%) menjadi Rp 1.505 hari ini. Dengan penguatan tersebut, saham BBHI telah menguat 47,54% dalam sepekan ini dari Rp 1.020 menjadi Rp 1.505.

Begitu juga dengan saham ARTO naik Rp 250 (8,50%) menjadi Rp 3.190 sepanjang perdagangan hari ini. Sedangkan dalam sepekan, saham ini telah melesat dari Rp 2.380 menjadi Rp 3.190 atau lompat 34,03% sepekan.

ADVERTISEMENT

Terkait pergerakan harga saham bank digital lainnya, yaitu saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga ikut terkerek Rp 20 (4%) menjadi Rp 520, dengan demikian saham ini telah menguat 15,5% dari Rp 482 menjadi Rp 520 pekan ini.

Penguatan serupa juga melanda saham PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) naik dari Rp 352 menjadi Rp 372 sepanjang pekan ini. Saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) menguat dari Rp 1.285 menjadi Rp 1.420. Sedangkan penguatan terendah melanda saham PT Bank MNC Tbk (BABP) juga berhasil naik tipis dari Rp 76 menjadi Rp 78 pekan ini.

Sebelumnya, CGS-CIMB Sekuritas dalam riset terbarunya menyebutkan, bank digital, kecuali ARTO, Seabank, dan AGRO, masih dilanda rugi bersih. Sedangkan Bank Jago tersebut dengan raihan laba paling besar.

“Seluruh bank digital berhasil mencetak lonjakan pendaptan bunga didukung pesatnya pertumbuhan kredit dalam setahun terakhir. Namun efisiensi masih menjadi tantangan bank digital dan peningkatan biaya provisi,” tulis CGS-CIMB Sekuritas.

CGS-CIMB Sekuritas menyebutkan bahwa fokus pengembangan bank digital adalah peningkatan kualitas aset dengan meningkatkan provisi. Bank digital juga mulai menghadapi perlambatan pertumbuhan kredit akibat kualitas aset yang turun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia