Jumat, 15 Mei 2026

Jelang Bagi Dividen, Saham PTBA Melesat 10,46% dalam Sepekan

Penulis : Parluhutan Situmorang
9 Jun 2023 | 18:28 WIB
BAGIKAN
Foto: Perseroan
Foto: Perseroan

JAKARTA, investor.id –  Harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali menguat dan melanjutkan tren positif dalam sepekan terakhir. Penguatan tersebut didukung oleh antisipasi pembagian dividen menjelang rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 15 Juni 2023.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PTBA ditutup menguat Rp 80 (2,42%) ke level Rp 3.380. Sedangkan dalam sepekan, saham PTBA telah melonjak 10,46%, melampaui sejumlah peers-nya sesama emiten penghasil batu bara, seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), yang naik di kisaran 5% pada kurun waktu yang sama.

Perdagangan saham PTBA hari ini juga cukup ramai dengan volume mencapai 28,33 juta saham dan total transaksi Rp 94,37 miliar. Kenaikan harga ini mendorong price to book value (PBV) PTBA menjadi 1,32 kali dan kapitalisasi pasar Rp 38,94 triliun.

ADVERTISEMENT

Penguatan harga saham PTBA didukung oleh sentimen positif terkait rencana pembagian dividen yang akan diputuskan dalam RUPS Tahunan pada Kamis, 15 Juni 2023. Anak usaha holding BUMN tambang MIND ID ini tidak pernah absen dalam membagikan dividen, termasuk pada masa pendemi Covid-19.

Pasar berekspektasi dividen PTBA cukup besar, karena pada kinerja keuangan 2022, emiten ini mencetak rekor laba bersih Rp 12,6 triliun, meningkat 59% dari tahun sebelumnya yang senilai Rp 7,9 triliun. Dua tahun berturut-turut PTBA mencetak rekor laba bersih.

Tahun lalu, dividen payout ratio (DPR) PTBA nyaris 100% atau sebesar Rp 7,9 triliun dengan dividen per saham Rp 688,51. Dalam lima  tahun terakhir, PTBA paling sering membagikan dividen dengan DPR sebesar 75%.

Jika menggunakan asumsi DPR 75% untuk kinerja keuangan 2022, dividen perseroan bisa mencapai Rp 9,45 triliun atau setara dengan dividen per saham Rp 818. Dengan harga saham PTBA kisaran Rp 3.380, maka yield setara dengan 24,2%. Ini merupakan dividend yield yang tergolong jumbo di BEI, bahkan untuk indeks High Dividen 20.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia