Jumat, 15 Mei 2026

United Tractors dan Harum Energy Bakal Satu Perahu di Bisnis Nikel

Penulis : Harso Kurniawan
9 Jun 2023 | 20:31 WIB
BAGIKAN
Kendaraan truk melakukan aktivitas pengangkutan ore nikel ke kapal tongkang di salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Jojon/foc)
Kendaraan truk melakukan aktivitas pengangkutan ore nikel ke kapal tongkang di salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Jojon/foc)

JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) atau UT berencana membeli 19,9% saham Nickel Industries Limited (NIC) yang tercatat di Bursa Efek Australia senilai Rp 9,4 triliun. Rupanya, saat ini, sebesar 6,5% saham NIC dimiliki PT Harum Energy Tbk (HRUM), perusahaan pertambangan batu bara dan nikel milik pengusaha Kiki Barky.

Dengan demikian, jika transaksi itu terjadi, UNTR dan HRUM bakal berada di satu perahu. Adapun NIC bukan perusahaan nikel sembarangan, karena merupakan pengendali PT Hengjaya Mineralindo, perusahaan tambang nikel yang cukup diperhitungkan.

Sebelumnya, UNTR melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara, mengumumkan penandatanganan share subscription agreement (SSA) untuk mengambil 19,99% saham di NIC. Berdasarkan SSA, NIC akan menerbitkan sejumlah 857 juta saham biasa baru yang akan ditelah DTN dengan harga A$ 1,10 per.

ADVERTISEMENT

Penyelesaian Transaksi ini tergantung pada pemenuhan prasyarat tertentu, termasuk persetujuan dari pemegang saham NIC berdasarkan Peraturan Pencatatan ASX.

NIC adalah perusahaan terkemuka di bidang pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan aset utama yang berlokasi di dalam atau dekat dengan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera. NIC memiliki 80% saham Hengjaya,  salah satu pemasok terbesar bijih limonit dan saprolit high-grade ke IMIP.

NIC memiliki saham mayoritas pada dan mengoperasikan dua belas lines rotary kiln electric furnace (RKEF). NIC juga memperluas strategi nikel baterai melalui konversi RKEF lines yang sudah ada untuk memproduksi nikel kelas satu dalam bentuk  nikel matte. Hal menarik, Hengjaya melalui sebuah perjanjian akan membangun smelter dengan teknolodi high pressure acid leach (HPAL) untuk memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 17 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia