Dipicu Profit Taking, Saham PTBA Ditutup Terkoreksi 1,13%
JAKARTA, Investor.id – Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akhirnya dilanda aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/6/2023).
Aksi profit taking ini dinilai masih wajar setelah saham produsen batu bara ini melesat 15,35% terhitung sejak penutupan bursa akhir Mei hingga 12 Juni 2023.
Sedangkan hari ini saham PTBA ditutup terkoreksi 1,13% menjadi Rp 3.490 per saham. Saham PTBA bergerak dalam rentang Rp 3.460-3.550. Koreksi ini sejalan dengan pelemahan saham sektor energi 0,4%.
Meski terkoreksi, penurunan harga saham PTBA masih lebih rendah, dibandingkan emiten batu bara lainnya, seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) masing-masing terkoreksi 1,75% dan 2,96%. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Indika Energy Tbk (INDY) juga melemah masing-masing 0,21% dan 1,02%.
Terkait pergerakan harga dalam tiga hari terakhir, PTBA ditutup naik 3,45% ke Rp 3.300 pada perdagangan Kamis (8/6/2023). Selanjutnya pada hari terakhir perdagangan minggu lalu, saham PTBA kembali ditutup di zona hijau dengan penguatan 2,42% menjadi Rp 3.380 per saham.
Penguatan harga saham PTBA kian pesat pada Senin (12/6/2023), saat itu PTBA naik 4,44% ke Rp 3.530 per saham. Dengan demikian, saham PTBA berhasil melompat 14,05% dari Rp 3.060 menjadi Rp 3.490 sepanjang Juni 2023 berjalan.
Sebelumnya, sejumlah analis menyebutkan penguatan harga saham PTBA didukung aksi beli investor, menyusul Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan pada Kamis (15/6/2023) dengan salah satu agenda pembagian dividen tahun buku 2022.
Aksi borong saham PTBA tak lepas dari besarnya laba bersih perseroan tahun lalu mencapai Rp 12,6 triliun atau meningkat 59% dari raihan tahun 2021. Bahkan, torehan laba bersih tersebut tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah.
Dengan laba bersih dan arus kas yang masih besar, pelaku pasar optimistis total dividen yang dibagikan PTBA akan besar. Apalagi beberapa pesaingnya seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) telah membagikan dividen dengan rasio masing-masing 40% dan 63% dari laba bersihnya.
Secara teknikal, riset teknikal BNI Sekuritas menyebutkan, saham PTBA sudah bergerak di level resisten Rp 3.320-3.550. Hal ini membuat saham PTBA terkena koreksi wajar.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






