Jumat, 15 Mei 2026

Data Penjualan Ritel Tekan Rupiah

Penulis : Grace El Dora
14 Jun 2023 | 15:43 WIB
BAGIKAN
Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/pri)
Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/pri)

JAKARTA, investor.id – Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong menyatakan rupiah melemah karena masih tertekan oleh data penjualan ritel yang dirilis Selasa (13/6), yang dinilai mengecewakan.

“Penjualan ritel hanya naik 1,5%, lebih rendah dari perkiraan 5%. Menggarisbawahi permintaan domestik yang masih lemah,” katanya dalam laporan Antara, Rabu (14/6).

Selain itu, rupiah juga tertekan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) setelah data menunjukkan inflasi inti negara tersebut masih bertahan di atas 5%.

ADVERTISEMENT

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah 0,08% atau 12 poin menjadi Rp 14.875 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 14.863 per dolar AS.

Kendati inflasi utama sudah mencapai level terendah dalam dua tahun, investor masih cenderung wait and see menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) malam ini.

“Naiknya imbal obligasi AS mencerminkan ekspektasi suku bunga dari the Fed. Namun ini seharusnya hanya sementara menjelang pertemuan FOMC malam ini,” kata Lukman.

Hari ini, pasar mata uang memang cenderung mix, terutama mata uang Asia.

“Mata uang utama dunia masih menguat terhadap dolar AS, namun mata uang Asia bergerak mix. Rupiah, ringgit, dan peso melemah, sedangkan Singapore Dollar (SGD) dan baht Thailand menguat,” ucapnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia