Jumat, 15 Mei 2026

Saham-Saham Inggris Perpanjang Keuntungan, Jerman dan Prancis Melemah

Penulis : Indah Handayani
16 Jun 2023 | 05:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi bursa saham eropa. Foto: AFP
Ilustrasi bursa saham eropa. Foto: AFP

LONDON, investor.id - Saham-saham Inggris ditutup menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat (15/6/2023). Memperpanjang keuntungan untuk hari keempat beruntun. Sedangkan saham-saham Jerman dan Prancis melemah.  

Saham-saham Inggris dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London bertambah 25,52 poin (0,34%) menjadi menetap di 7.628,26 poin. Indeks FTSE 100 terkerek 7,96 poin (0,10%) menjadi 7.602,74 poin pada Rabu (14/6/2023). Setelah menguat 24,09 poin (0,32%) menjadi 7.594,78 poin pada Selasa (13/6/2023). Meningkat 8,33 poin (0,11%) menjadi 7.570,69 poin pada Senin (12/6/2023).

Ocado Group PLC, sebuah perusahaan perangkat lunak yang menawarkan platform robotika yang menyediakan solusi end-to-end untuk perdagangan bahan pokok secara daring melambung 5,11%, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

ADVERTISEMENT

Sedangkan saham-saham Jerman dengan indeks acuan DAX 40 di Bursa Efek Frankfurt terpangkas 20,07 poin (0,13%) menjadi menetap di 16.290,12 poin. Indeks DAX 40 bertambah 80,11 poin (0,49%) menjadi 16.310,79 poin pada Rabu (14/6/2023). Setelah menguat 132,81 poin (0,83%) menjadi 16.230,68 poin pada Selasa (13/6/2023). Terkerek 148,03 poin (0,93%) menjadi 16.097,87 poin pada Senin (12/6/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks DAX 40, sebanyak 15 saham berhasil mencatat keuntungan, sementara 25 saham lainnya mengalami kerugian.

Deutsche Bank AG, sebuah perusahaan jasa keuangan dan bank investasi multinasional Jerman menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya merosot 2,96%.

Semenatara itu, saham-saham Prancis dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris merosot 37,62 poin (0,51%) menjadi menetap di 7.290,91 poin. Indeks CAC 40 menguat 37,73 poin (0,52%) menjadi 7.328,53 poin pada Rabu (14/6/2023). Setelah bertambah 40,45 poin (0,56%) menjadi 7.290,80 poin pada Selasa (13/6/2023). Naik 37,21 poin (0,52%) menjadi 7.250,35 poin pada Senin (12/6/2023).

Dari 40 saham perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, sebanyak 11 saham berhasil meraih keuntungan, sementara 29 saham lainnya mengalami kerugian.

Alstom SA, sebuah perusahaan yang mengembangkan dan memasarkan sistem terintegrasi untuk sektor transportasi menjadi top loser di antara saham blue chips, dengan harga sahamnya tergelincir 2,72%.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia