Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Naik Tajam Berkat Prospek Menguatnya Permintaan Tiongkok

Penulis : Indah Handayani
16 Jun 2023 | 06:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak
sumber: Antara
ilustrasi minyak sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak mencatatkan naik tajam pada perdagangan Kamis (15/6/2023). Hal ini berkat prospek menguatnya permintaan di tengah lonjakan kilang yang beroperasi di importir minyak mentah utama Tiongkok dan anjloknya dolar AS.

Dikutip dari Antara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli terangkat US$ 2,35 (3,44%) menjadi menetap di US$ 70,62 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus bertambah US$ 2,47 (3,37%) menjadi ditutup pada US$ 75,67 per barel di London ICE Futures Exchange. Itu merupakan penutupan tertinggi untuk Brent dan WTI sejak 8 Juni.

ADVERTISEMENT

AS mencatat US$ 686,6 miliar penjualan ritel dan jasa makanan pada Mei, naik 0,3% bulan ke bulan, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Sensus AS pada Kamis (15/6/2023).

Pertumbuhan penjualan ritel dan jasa makanan yang lebih tinggi dari perkiraan pada Mei menawarkan harapan akan permintaan minyak yang kuat di AS.

Sementara itu, throughput (tingkat pengolahan) minyak mentah Tiongkok pada Mei melonjak 15,4% secara tahun ke tahun mencapai 62 juta ton, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok pada Kamis (15/6/2023).

Permintaan minyak Tiongkok diperkirakan akan terus meningkat pada tingkat yang pasti selama paruh kedua tahun ini, kata kepala eksekutif Kuwait Petroleum Corp.

"Jumlah kilang Tiongkok mendorong reli harga minyak. Kemudian, tentu saja, Anda memiliki situasi makro dengan dolar AS turun sebagian karena jeda Federal Reserve AS dalam menaikkan suku bunga, sementara di Eropa mereka masih menaikkan suku bunga," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group.

Minyak mungkin menemukan beberapa dukungan karena para pedagang energi memperkirakan pemulihan Tiongkok akan membaik dan karena Wall Street meragukan Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan mampu menyampaikan ancaman hawkish-nya, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok layanan perdagangan daring multi-aset.

Selain itu, meningkatnya sentimen risiko di pasar dan jatuhnya dolar AS memberikan dukungan tambahan untuk harga minyak.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 42 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia