Jumat, 15 Mei 2026

Ada yang Terus Tadah Saham Merdeka Battery, Orangnya Itu-itu Juga

Penulis : Harso Kurniawan
16 Jun 2023 | 14:16 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: MBMA)
Kegiatan usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (Foto: MBMA)

JAKARTA, Investor.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melalui PT Merdeka Energi Nusantara terus menadah saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Alhasil, saham ini mampu bangkit menembus Rp 800, setelah sebelumnya ambles ke Rp 750 atau di bawah harga IPO Rp 795.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (16/6/2023), Merdeka Energi Nusantara membeli 6,4 juta saham MBMA. Alhasil, kepemilikan saham perusahaan itu di MBMA naik menjadi 49,75% per 13 Juni 2023 dari sebelumnya 49,74%.

Merujuk data RTI, saham MBMA naik 3,23% dalam sepekan terakhir dan 3,87% dalam sebulan terakhir.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Merdeka Copper resmi masuk ekosistem mobil listrik (electric vehicle/EV), setelah anak usahanya, MBM, mengakuisisi 60% saham di PT Huaneng Metal Industry (HNMI). Nilai transaksi ini mencapai US$ 75 juta.

Berdasarkan materi presentasi Merdeka tentang kinerja kuartal I-2023, HNMI memiliki fasilitas converter low grade nickel matte (LGNM) menjadi high grade nickel matte (HGNM) yang sudah beroperasi, dengan kandungan nikel di atas 70%. Jumlah itu di atas kandungan nikel produk nickel pig iron (NPI) yang diproduksi tiga anak usaha MBM, yakni PT Cahaya Smelter Indonesia (CSI), PT Bintang Smelter Indonesia (BSI), dan Zhao Hui Nickel ZHN.

Nikel matte adalah produk nikel antara yang dapat diolah menjadi nikel sulfat, material (prekursor) kutub positif (katoda) baterai EV, selain kobalt sulfat, lithium, mangan/aluminium.

“Dengan mengakuisisi converter nikel matte, MBM bisa mendapatkan tambahan arus kas dan margin, lantaran menjual produk dengan kandungan nikel lebih tinggi, yakni nikel matte,” tulis manajemen Merdeka, dikutip Senin (14/6/2023).

Sesuai rencana, MBM akan memodifikasi smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) CSI, BSI, dan ZHN untuk menghasilkan LGNM. Selanjutnya, produk itu dipasok ke HNMI untuk dijadikan HGNM. Kapasitas produksinya mencapai 50 ribu ton per tahun.

Di luar proyek itu, Merdeka melalui MBM memiliki rencana besar untuk membangun smelter dengan teknologi high pressure acid leach (HPAL) yang menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) di Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP), Sulawesi Tenggara. Pabrik ini akan mengambil nikel limonit dari tambang PT Sulawesi Cahaya Mining (SCM) milik MBM yang lokasinya dengan dengan IKIP. SCM memiliki tambang nikel dengan sumber daya terbesar di dunia, yakni 1,1 miliar ton bijih.

Tahap I, kapasitas produksi smelter HPAL MBM ditargetkan mencapai 60 ribu ton per tahun dengan investasi US$ 1,28 miliar. MBM menargetkan menguasai 66% saham proyek HPAL tahap I. Rencananya, MBM akan membangun dua pabrik HPAL dengan total kapasitas  240 ribu ton per tahun.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 7 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 45 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 49 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia