Satu Lagi Emiten Grup Bakrie Listing di Bursa
VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) disebut berpotensi menjadi pemain besar di industri kendaraan listrik. Berpengalaman di industri orderdil selama 47 tahun dan minimnya kompetitor diyakini menjadi peluang bagi VKTR untuk memimpin industri electric vehicle (EV) di Indonesia.
Ambisi VKTR menjadi pemain top di industri EV dibuktikan dengan IPO saham. Dari aksi korporasi tersebut, VKTR segera meraup dana sebanyak Rp 875 miliar. "Sedikit lebih di kisaran itu. Tapi yang lebih penting adalah performa VKTR sehabis IPO. Kami targetkan performanya tentu lebih baik dari tahun lalu," kata Komisaris Utama VKTR Anindya Bakrie di Jakarta, Selasa (13/6/2023).
Ada beberapa pertimbangan strategis yang membuat VKTR optimistis dalam menatap prospek industri EV ke depan. Dari pantauan awal, para pelaku pasar merespons antusias IPO perseroan. Ini mengindikasikan bahwa pasar memiliki animo yang cukup tinggi.
Menurut Anindya, tingginya animo masyarakat tersebut karena mereka mengharapkan kehadiran perusahaan EV yang berkelanjutan di Indonesia. Sebab selama ini perusahaan EV yang untung bisa dihitung jari. VKTR termasuk salah satu perusahaan EV yang untung di Indonesia.
Karena itu, menurut Anindya, VKTR akan memulai industri EV dengan bermain di bus listrik dan selanjutnya ekspansi ke kendaraan truk. Apalagi, di jenis kendaraan bus dan truk, Grup Bakrie melalui PT Bakrie Autoparts sudah berpengalaman selama 47 tahun membuat onderdil. Artinya, Grup Bakrie cukup punya keandalan di bidangnya meskipun selama ini non-EV.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






