Jumat, 15 Mei 2026

Ke Mana Arah Bisnis Grup Bakrie? Anindya Bakrie Buka-bukaan

Penulis : Jauhari Mahardhika
16 Jun 2023 | 22:05 WIB
BAGIKAN
Anindya Bakrie. (Foto: Istimewa)
Anindya Bakrie. (Foto: Istimewa)

BNBR membukukan pendapatan bersih Rp 3,62 triliun pada 2022, meningkat 51,52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,39 triliun. Perseroan juga membukukan laba usaha Rp 231,9 miliar, melesat 1.020,7% dari Rp 20,7 miliar.

Kenaikan pendapatan bersih sebesar Rp 1,23 triliun tersebut sebagai dampak dari peningkatan kinerja usaha sepanjang 2022. Pada sektor otomotif, pendapatan PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) secara konsolidasi mencapai lebih dari Rp 1 triliun, yang terdiri atas unit industri elektrifikasi Rp 148 miliar, serta didukung unit PT Bakrie Autoparts Rp 488,7 miliar, PT Braja Mukti Cakra Rp 512,8 miliar, dan PT Bina Usaha Mandiri Mizusawa Rp 146,1miliar.

“Bidang manufaktur pipa baja masih menjadi kontributor utama peningkatan pendapatan kami tahun ini, yaitu dari PT Bakrie Pipe Industries Rp 2,06 triliun, dan PT South East Asia Pipe Industries Rp 130 miliar. Namun, mulai terlihat proyek strategis seperti VKTR sudah dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja perseroan” jelas Direktur Keuangan BNBR Roy Hendrajanto M Sakti.

ADVERTISEMENT

Restrukturisasi Utang

Torehan kinerja keuangan positif pada 2022 ini memacu BNBR untuk terus membenahi posisi utang, serta melanjutkan langkah-langkah efisiensi. “Pandemi Covid-19 juga masih menyisakan dampak bagi pendapatan. Tahun 2022 adalah saat bagi kami menjalankan program recovery. Alhamdulillah, langkah cost efficency yang kami jalankan turut berperan dalam membuahkan laba bagi perusahaan sepanjang 2022,” jelas Roy.

Dia yakin, pihaknya akan mampu secara konsisten melakukan berbagai terobosan untuk memperbaiki posisi keuangan, terutama dengan menyelesaikan proses restrukturisasi utang serta menjalankan program efisiensi di tingkat operasional anak usaha.

“Upaya kami merevitalisasi neraca keuangan menunjukkan tanda-tanda menggembirakan. Prioritas saat ini adalah merampungkan program restrukturisasi utang yang telah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Kami targetkan prosesnya selesai pada tahun ini, khususnya utang kepada kreditur-kreditur besar,” ujar Roy.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia