Pejabat The Fed Hawkish, Emas Naik Tipis
CHICAGO, investor.id - Harga emas naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (16/6/2023). Memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Sebab, investor mencerna prospek Federal Reserve yang hawkish tentang suku bunga, mengimbangi dukungan dari penurunan dolar secara keseluruhan minggu ini.
Dikutip dari Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, naik tipis US$ 0,50 (0,03%) menjadi ditutup pada US$ 1.971,20 per ons, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.980,40 dan terendah di US$ 1.965,40 dolar AS.
Emas berjangka terdongkrak US$ 1,80 (0,09%) menjadi US$ 1.970,70 pada Kamis (15/6/2023). Setelah terangkat US$ 10,30 (0,53%) menjadi US$ 1.968,90 pada Rabu (14/6/2023), dan merosot US$ 11,10 (0,56%) menjadi US$ 1.958,60 pada Selasa (13/6/2023). Emas turun 0,3 % untuk minggu ini.
Analis senior di OANDA Edward Moya menjelaskan, hal ini sulit untuk emas karena memiliki saham-saham yang terus meningkat dan Fed berbicara lebih hawkish. "Tampaknya pasar yakin bahwa Fed hampir selesai dengan pengetatan karena semua orang masuk ke saham yang meredam permintaan untuk tempat berlindung yang aman,” ungkapnya.
Pejabat bank sentral AS mengeluarkan nada hawkish dalam komentar pertama mereka sejak pertemuan mereka minggu ini. Karena laporan Fed mengatakan inflasi di bagian utama industri jasa ‘tetap tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda pelonggaran’.
Berbicara pada sebuah konferensi Jumat (16/6/2023) di Oslo, Norwegia, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan bahwa tekanan keuangan pada faktor perbankan merupakan faktor yang akan diawasi oleh Fed dalam menentukan sikap kebijakan moneter yang tepat ke depan.
"Inflasi tidak bergerak dan itu akan membutuhkan, mungkin, beberapa pengetatan lagi untuk mencoba menurunkannya," tambah Waller.
Berbicara pada Jumat (16/6/2023) di Ocean City, Maryland, Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin mengatakan dia merasa nyaman dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika permintaan yang melambat tidak mengembalikan inflasi ke target 2% Federal Reserve dengan cukup cepat.
Dia memperingatkan bahwa menghentikan kenaikan suku bunga terlalu dini dapat menyebabkan inflasi yang lebih tinggi di kemudian hari.
Pembacaan awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan yang dirilis Jumat (16/6/2023) naik menjadi 63,9 pada awal Juni dari 59,2 pada Mei. Para ekonom memperkirakan indikator berada di 60,2.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli terangkat 17,90 sen (0,75%) menjadi ditutup pada US$ 24,12 per ons. Platinum untuk pengiriman Juli tergelincir US$ 4,6 (0,46%) menjadi menetap pada US$ 987,30 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






