Banyak Sentimen di Pasar, Pemodal Bisa Cuan dari Saham-Saham Ini
JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menguat terbatas dalam sepekan ke depan, dengan kisaran 6.644 hingga 6.756. Sentimen terkait perekonomian Amerika Serikat (AS) hingga perlambatan laju inflasi dalam negeri menjadi angin segar bagi pergerakan IHSG.
CEO Edvisor Praska Putrantyo mengatakan, pergerakan IHSG relatif flat dalam sepekan terakhir akibat pelemahan saham-saham di sektor barang konsumen primer, properti & real estat, serta keuangan khususnya bank-bank berkapitalisasi besar. Selain itu, kabar soal The Fed yang kemungkinan masih akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 2 kali hingga akhir tahun ini membuat pemodal khawatir.
“Tapi, sepekan ke depan, IHSG diperkirakan kembali menguat, meskipun relatif terbatas. Ada beberapa sentimen, yang pertama pasar menanti pidato Chairman The Fed Jerome Powell terkait kondisi ekonomi AS. Kedua, rilis suku bunga pinjaman Tiongkok yang diproyeksi turun. Ketiga, rilis kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang diperkirakan tetap di level 5,75%,” kata Praska kepada Investor Daily, yang dikutip pada Minggu (18/6/2023).
Praska pun merekomendasikan pemodal untuk mengoleksi saham PGAS dengan target harga Rp 1.420, ANTM Rp 2.130, MPMX Rp 1.100, dan DSNG Rp 590.
Secara terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga mengemukakan, pelaku pasar akan mencermati pidato Chairman The Fed Jerome Powell. Pidato tersebut akan menjadi penentu kebijakan fiskal The Fed dan bakal berdampak pada pengambilan keputusan para investor.
Baca Juga:
Kenapa Lo Kheng Hong Suka Saham ‘Jadul’?“Kami menyoroti dan mencermati potensi hawkish stance oleh The Fed ke depan bahwa peluang untuk kenaikan suku bunga acuan pada Juli sangat besar,” tutur Nafan.
Dalam sepekan ke depan, dia memprediksi IHSG bullish dengan kisaran pergerakan pada level support 6.675-6.654 dan resistance 6.744-6.787. Beberapa saham yang direkomendasikan adalah ADRO, ASII, BBCA, BBNI, BMRI, BUKA, CPIN, ELSA, EMTK, EXCL, GOTO, dan SCMA.
Sementara itu, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih mengungkapkan, sepekan ke depan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) akan menjadi sentimen kuat yang bisa mempengaruhi pergerakan IHSG. BI diperkirakan menahan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75%.
Suku bunga acuan sebesar 5,75% tersebut berlangsung sejak Januari 2023. Alasan mengapa BI masih perlu menahan suku bunga karena bank sentral beberapa negara, khususnya The Fed, masih belum benar-benar memberikan sinyal dovish.
“Meskipun, jika melihat tren inflasi tahunan secara domestik telah turun ke level 4% (yoy) pada Mei 2023, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 4,33%, sekaligus berada dalam target BI sebesar 2-4%,” jelas Ratih dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (18/6/2023).
Selain sentimen suku bunga BI, katalis yang juga dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham sepekan ke depan adalah testimoni Chairman The Fed, Jerome Powell di hadapan kongres untuk memberikan arah kebijakan moneter serta prospek ekonomi Amerika Serikat (AS).
Dengan berbagai sentimen tersebut, Ratih memprediksi bahwa dalam sepekan ke depan, IHSG bakal bergerak sideways pada kisaran 6.660-6.700. Meski demikian, dia merekomendasikan buy saham EXCL, BRPT, dan ACES.
Secara teknikal, pemodal bisa buy saham EXCL di area Rp 2.020 dengan target harga pada level resistance Rp 2.120. Pertimbangkan cut loss, apabila tembus level support Rp 1.980.
Kemudian, buy BRPT di area Rp 770 dengan target harga pada level resistance Rp 810. Pertimbangkan cut loss, apabila tembus level support Rp 730. Selain itu, buy ACES di area Rp 650 dengan target harga pada level resistance Rp 700, serta pertimbangkan cut loss jika tembus level support Rp 610.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






