VKTR Grup Bakrie Pilih Fokus ke Bus dan Truk Listrik
JAKARTA, investor.id - Emiten Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 19 Juni 2023.
Pada perdagangan sesi I perdananya di pasar sekunder, saham VKTR dibuka melesat ke Rp 135, namun kemudian bergerak dinamis. Dan sampai dengan sekitar pukul 10.15 WIB, saham ini berada di level Rp 119 atau naik 19%.
Sebanyak 43,75 miliar saham dicatatkan yang terdiri dari 35 miliar saham pendiri, 8,71 miliar saham initial public offering (IPO), juga 40 juta saham employee stock allocation (ESA). Saham VKTR dicatatkan di papan pengembangan dengan kode VKTR. Dengan harga IPO sebesar Rp 100 per saham, VKTR meraup dana Rp 875 miliar.
Komisaris Utama VKTR, Anindya Bakrie menyampaikan, VKTR telah memilih untuk berfokus dalam pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di segmen kendaraan komersial, khususnya bus dan truk.
“Data menunjukkan bahwa kebutuhan bus di Jakarta saja mencapai lebih dari 10.000 unit hingga tahun 2030. Jika memperhitungkan potensi di seluruh Indonesia, angka tersebut dapat meningkat hingga 20 kali lipat lebih besar,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (19/6/2023).
VKTR telah menjalin kerja sama strategis dengan BYD Auto, produsen bus terbesar di dunia, untuk menguatkan posisinya dalam pengembangan kendaraan listrik.
Saat ini, VKTR telah sukses dalam menyediakan 30 unit bus merek BYD yang dioperasikan oleh TransJakarta, dan dalam waktu dekat akan menambahkan 22 unit bus lagi dengan merek yang sama.
Direktur Utama VKTR Gilarsi W Setijono menjelaskan, VKTR saat ini mengimpor bus tipe K-9 secara CBU (completely built-up) langsung dari pabrik BYD di Shenzhen, China.
“Namun, kami juga tengah merintis pembangunan fasilitas perakitan di Indonesia melalui kemitraan dengan mitra lokal Trisakti yang berpengalaman di bidangnya. Fasilitas perakitan KBLBB bus kami akan berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, dengan rencana tahap awal kapasitas perakitan sebesar 500 unit per tahun,” paparnya.
“Kami berkomitmen untuk mengembangkan fasilitas ini menjadi lini manufaktur yang handal, dengan peningkatan kapasitas hingga lebih dari 3.000 unit per tahun. Dengan ini, kami berharap dapat memenuhi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang ditetapkan oleh pemerintah, dan menghasilkan produk kendaraan listrik yang merupakan kebanggaan nasional,” lanjutnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






