Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Kuat Didukung Capital Inflow di Pasar Keuangan

Penulis : Grace El Dora
19 Jun 2023 | 12:47 WIB
BAGIKAN
Pekerja menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta pada 5 Januari 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)
Pekerja menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta pada 5 Januari 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)

JAKARTA, investor.id – Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova menyatakan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (19/6) lebih dipengaruhi faktor domestik, yaitu aliran dana asing yang masuk (capital inflow) di pasar keuangan, terutama pada bursa saham.

“Pelaku pasar mengamati penurunan dolar secara keseluruhan seminggu ini setelah kebijakan suku bunga (The Federal Reserve) The Fed yang tidak naik, tetapi prospek suku bunga The Fed yang masih tinggi yang diikuti oleh pernyataan The Fed yang hawkish tentang suku bunga,” ujar Rully, dikutip dari Antara, Senin.

Lebih lanjut, meninjau dari faktor eksternal, ekspektasi inflasi AS yang menurun berdasarkan survei juga meningkatkan selera risiko pada negara pasar berkembang alias emerging market. “Namun pernyataan pejabat The Fed yang hawkish dapat menahan penguatan rupiah ke depan,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, rupiah berpotensi melemah hari ini terhadap dolar AS, mengikuti pelemahan yang terjadi pada mata uang regional lainnya dan pergerakan negatif indeks saham Asia pagi ini.

“Sikap Bank Sentral AS yang masih menginginkan kenaikan suku bunga acuan untuk menekan inflasi di AS menjadi faktor penekan rupiah dan nilai tukar regional lainnya terhadap dolar AS,” ungkap Aris.

Selain itu, pasar juga mewaspadai pelambatan ekonomi yang terjadi di Tiongkok dan Eropa. Hal ini dinilai mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan bisa menekan rupiah hari ini.

“Rupiah berpotensi melemah ke area Rp 15.000 (per dolar AS) dengan potensi support di Rp 14.900 (per dolar AS) hari ini,” kata dia.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 8 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 51 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia