Rupiah Kuat Didukung Capital Inflow di Pasar Keuangan
JAKARTA, investor.id – Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova menyatakan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (19/6) lebih dipengaruhi faktor domestik, yaitu aliran dana asing yang masuk (capital inflow) di pasar keuangan, terutama pada bursa saham.
“Pelaku pasar mengamati penurunan dolar secara keseluruhan seminggu ini setelah kebijakan suku bunga (The Federal Reserve) The Fed yang tidak naik, tetapi prospek suku bunga The Fed yang masih tinggi yang diikuti oleh pernyataan The Fed yang hawkish tentang suku bunga,” ujar Rully, dikutip dari Antara, Senin.
Lebih lanjut, meninjau dari faktor eksternal, ekspektasi inflasi AS yang menurun berdasarkan survei juga meningkatkan selera risiko pada negara pasar berkembang alias emerging market. “Namun pernyataan pejabat The Fed yang hawkish dapat menahan penguatan rupiah ke depan,” ucapnya.
Menurut Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, rupiah berpotensi melemah hari ini terhadap dolar AS, mengikuti pelemahan yang terjadi pada mata uang regional lainnya dan pergerakan negatif indeks saham Asia pagi ini.
“Sikap Bank Sentral AS yang masih menginginkan kenaikan suku bunga acuan untuk menekan inflasi di AS menjadi faktor penekan rupiah dan nilai tukar regional lainnya terhadap dolar AS,” ungkap Aris.
Baca Juga:
Data Penjualan Ritel Tekan RupiahSelain itu, pasar juga mewaspadai pelambatan ekonomi yang terjadi di Tiongkok dan Eropa. Hal ini dinilai mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan bisa menekan rupiah hari ini.
“Rupiah berpotensi melemah ke area Rp 15.000 (per dolar AS) dengan potensi support di Rp 14.900 (per dolar AS) hari ini,” kata dia.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






