Delapan Saham Big Cap Ini Diyakini Bisa Kasih Cuan Gede
JAKARTA, Investor.id – CLSA merilis delapan saham dengan market cap di atas US$ 1 miliar yang diyakini bisa memberikan keuntungan besar kepada para pemiliknya. Alasannya, delapan saham ini memiliki pertumbuhan laba bersih per saham (EPS) superior dan return on equity tinggi dibandingkan para pesaing di pasar negara berkembang lain.
Kedelapan saham itu adalah PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Hermina Medialoka Tbk (HEAL), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Vale Indonesia Tbk (VALE). Seluruh saham itu mendapatkan rekomendasi buy dari CLSA.
Adapun potensi gain saham ANTM lumayan besar, yakni 27%, BBNI 30%, BBRI 9%, CMRY 33%, HEAL 31%, MYOR 21%, TLKM 29%, dan INCO 21%.
CLSA menilai, pasar saham Indonesia masih lebih baik ketimbang Thailand dan Malaysia. Alasannya, pertumbuhan struktural Indonesia masih kuat, ditopang urbanisasi, demografi, produktivitas, inklusi keuangan, nilai tambah manufaktur, dengan prospek politik stabil.
“Kami memprediksi credit impulse (rasio kredit baru terhadap PDB) mencapai 1,5% pada 2024, sejalan dengan potensi kenaikan IHSG sebesar 30%,” tulis CLSA dalam riset, dikutip Senin (19/6/2023).
Selain itu, broker itu menilai, neraca pembayaran Indonesia masih kuat, hanya 2% lebih sedikit dari GDP. Ini dibarengi dengan penguatan rupiah terhadap dolar AS. Adapun konsensus analis memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5%. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa analis telah merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini berbeda dengan negara-negara pasar berkembang lainnya.
“Indeks keyakinan konsumen Indonesia juga mencapai level tertinggi dalam dua dekade, sehingga akan mendorong penjualan ritel,” tulis CLSA.
CLSA juga mencatat, pertumbuhan produktivitas Indonesia tahun lalu mencapai 4%, di atas rata-rata pasar berkembang lainnya. Ini akan menjadi penopang ekonomi ke depan.
CLSA meyakini, emiten di BEI akan memberikan kejutan laba bersih dibandingkan pasar saham negara berkembang lainnya dan Asia Pasifik. Adapun pemilu bakal berjalan lancar.
Dari sisi valuasi, CLSA mencatat, pasar saham Indonesia diperdagangkan 2% di bawah valuasi wajar. Artinya, masih ada potensi kenaikan 24% dalam denominasi dolar AS dalam 12 bulan ke depan.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






