Kementerian BUMN Siapkan Tiga Jurus Jitu Benahi Emiten Konstruksi Pelat Merah
JAKARTA, investor.id - Kementerian BUMN menyiapkan tiga jurus jitu untuk mengatasi carut-marut keuangan yang menimpa emiten-emiten konstruksi pelat merah. Salah satunya PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).
Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut, ketiga Langkah tersebut adalah pertama, Kementerian BUMN melakukan restrukturisasi baik dari sisi perbankan maupun obligasi. Kedua, memperbaiki tata kelola finansial dan operasional. Terakhir, Kementerian melakukan refocusing bisnis.
"Ketiga langkah ini perlu dilakukan bersama-sama. Jadi, restrukturisasi keuangan dikerjakan, perbaikan tata kelola, dan ketiga me-refocusing bisnis dan memastikan tidak ada lagi persaingan bisnis yang berat ke depan," jelas pria yang dekat disapa Tiko ini, Senin (19/6/2023).
Dalam hal restrukturisasi Waskita, Kementerian BUMN memutuskan untuk menunda pembayaran (standstill) kredit dan obligasi. Hal ini dilakukan agar progres penyelesaian tol Waskita yang mendapat suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan proses divestasinya bisa berjalan bersamaan.
"Karena kalau kita harus bayar obligasi dan kredit sekarang, sementara tolnya belum bisa didivestasi tentu tidak ada sumber pendanaan," ungkap Tiko.
Selanjutnya, tambah Tiko, perbaikan tata kelola finansial dan operasional juga penting dilakukan. Ini berkaitan dengan maraknya kasus invoice fiktif di Kejaksaan Agung dan KPK yang menyeret BUMN karya.
"Jadi, itu memang permasalahan yang muncul karena tidak menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP). Karena tidak adanya ERP, maka masih banyak dokumen yang menggunakan kertas yang kemudian tidak tervalidasi," tuturnya.
Terkait refocusing bisnis, Tiko juga melihat hal ini sebagai pangkal utama permasalahan yang terjadi di BUMN karya lantaran bisnis yang tidak fokus telah menciptakan persaingan usaha. Untuk itu, melalui refocusing bisnis BUMN karya memiliki stream lining yang jelas.
"Mungkin sekarang jumlahnya tujuh, nanti jadi tiga. Tapi mereka memiliki spesialisasi yang tajam sehingga tidak setiap kali ada proyek, tujuh-tujuhnya ini melakukan biding dan kemudian menjatuhkan harga," tandasnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






