Jumat, 15 Mei 2026

Kementerian BUMN Siapkan Tiga Jurus Jitu Benahi Emiten Konstruksi Pelat Merah

Penulis : Muawwan Daelami
20 Jun 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Waskita Karya. Foto: dok.Beritasatu
Waskita Karya. Foto: dok.Beritasatu

JAKARTA, investor.id - Kementerian BUMN menyiapkan tiga jurus jitu untuk mengatasi carut-marut keuangan yang menimpa emiten-emiten konstruksi pelat merah. Salah satunya PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut, ketiga Langkah tersebut adalah pertama, Kementerian BUMN melakukan restrukturisasi baik dari sisi perbankan maupun obligasi. Kedua, memperbaiki tata kelola finansial dan operasional. Terakhir, Kementerian melakukan refocusing bisnis.

"Ketiga langkah ini perlu dilakukan bersama-sama. Jadi, restrukturisasi keuangan dikerjakan, perbaikan tata kelola, dan ketiga me-refocusing bisnis dan memastikan tidak ada lagi persaingan bisnis yang berat ke depan," jelas pria yang dekat disapa Tiko ini, Senin (19/6/2023).

ADVERTISEMENT

Dalam hal restrukturisasi Waskita, Kementerian BUMN memutuskan untuk menunda pembayaran (standstill) kredit dan obligasi. Hal ini dilakukan agar progres penyelesaian tol Waskita yang mendapat suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dan proses divestasinya bisa berjalan bersamaan.

"Karena kalau kita harus bayar obligasi dan kredit sekarang, sementara tolnya belum bisa didivestasi tentu tidak ada sumber pendanaan," ungkap Tiko.

Selanjutnya, tambah Tiko, perbaikan tata kelola finansial dan operasional juga penting dilakukan. Ini berkaitan dengan maraknya kasus invoice fiktif di Kejaksaan Agung dan KPK yang menyeret BUMN karya.

"Jadi, itu memang permasalahan yang muncul karena tidak menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP). Karena tidak adanya ERP, maka masih banyak dokumen yang menggunakan kertas yang kemudian tidak tervalidasi," tuturnya.

Terkait refocusing bisnis, Tiko juga melihat hal ini sebagai pangkal utama permasalahan yang terjadi di BUMN karya lantaran bisnis yang tidak fokus telah menciptakan persaingan usaha. Untuk itu, melalui refocusing bisnis BUMN karya memiliki stream lining yang jelas.

"Mungkin sekarang jumlahnya tujuh, nanti jadi tiga. Tapi mereka memiliki spesialisasi yang tajam sehingga tidak setiap kali ada proyek, tujuh-tujuhnya ini melakukan biding dan kemudian menjatuhkan harga," tandasnya. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia