Asing Lepas Saham, Borong Obligasi
JAKARTA, investor.id – Investor asing gencar melepas kepemilikan saham dan memborong surat berharga negara (SBN). Selama pekan lalu, asing net sell di saham sebesar Rp 2,25 triliun dan menambah kepemilikan di SBN sebesar Rp 10,84 triliun.
Sejalan dengan itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak sideways di tengah maraknya sentimen positif, seperti stabilnya suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) di level 5-2,5% dan perlambatan laju inflasi nasional. Pekan lalu, indeks hanya naik 0,07% ke level 6.698 selama pekan lalu.
Kemarin, indeks terpangkas 0,19% ke level 6.686. Asing net sell saham lagi, sebesar Rp 407 miliar. Pemodal asing melepas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell Rp 130 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 88,9 miliar, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 54,5 miliar, PT Unilver Indonesia Tbk (UNVR) Rp 25,9 miliar, dan PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 25,6 miliar.
Adapun saham yang gencar dibeli asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy Rp 40,2 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 18,8 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 12,2 miliar, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 9,8 miliar, dan PT MD Picutures Tbk (FILM) Rp 9,3 miliar.
Di sisi lain, pemodal asing agresif memborong SBN. Ini terlihat pada sukses besarnya lelang SUN pekan lalu. Alhasil, per 14 Juni 2023, kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 842 triliun, sedangkan perbankan Rp 13,2 triliun, reksa dana Rp 2 triliun, dan dana pensiun Rp 1,9 triliun. Sejalan dengan itu, yield SUN tenor 10 tahun ini mencapai 6,3%.
Berdasarkan laporan riset BRI Danareksa, dikutip Senin (19/6/2023), empat bank besar, BCA, BRI, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi sasaran net sell pemodal asing. Dari total capital outflow pekan lalu Rp 2,2 triliun, sebesar Rp 1,8 triliun disumbangkan bank asing, diikuti TLKM, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN/PGAS).
Pada periode sama, asing net buy ICBP Rp 417 miliar, ISAT Rp 375 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 306 miliar, FILM Rp 230 miliar, dan BUMI Rp 73 miliar.
Akan tetapi, dengan kondisi seperti ini, BRI Danareksa malah melihat pasar saham saat ini lebih menarik ketimbang obligasi. Ada tiga alasan yang mendasari keyakinan ini.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






