Jumat, 15 Mei 2026

GOTO dan TBS Energi (TOBA) Segera Bangun Pabrik Motor Listrik

Penulis : Zsazya Senorita
20 Jun 2023 | 13:51 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi sepeda motor listrik. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi sepeda motor listrik. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, investor.id – Electrum, perusahaan patungan (joint venture/JV) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berencana memulai pembangunan pabrik motor listrik. Hal ini tertuang dalam undangan 'Groundbreaking Pabrik Electrum' yang diterima Investor Daily, Selasa (20/6/2023).

Pabrik motor listrik GOTO-TOBA itu akan dibangun di Zona E Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC). Tepatnya dekat dengan Jl. Tol Jakarta-Cikampek KM 37, Cikarang Pusat, Nagasari, Serang Baru, Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang, Jawa Barat. Groundbreaking akan dilakukan pada Jumat (23/6/2023).

Dalam undangan tersebut tertulis bahwa Electrum secara proaktif terus mendukung pemerintah dalam memenuhi komitmen Net Zero Emissions pada 2060. "Sebagai salah satu penggagas gerakan pembangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dengan ekosistem terlengkap di Indonesia, Electrum mengumumkan dimulainya pembangunan pabrik motor listrik pertamanya di Indonesia,” demikian tertulis.

ADVERTISEMENT

Pembangunan pabrik motor listrik Electrum ini turut mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik masyarakat, serta menciptakan dampak ekonomi jangka panjang di bidang energi terbarukan. Dalam acara groundbreaking nanti, Electrum turut mengumumkan kerja sama strategis terbaru dengan beberapa mitra bisnis. Khususnya, dalam adopsi kendaraan listrik serta dukungan infrastruktur pendukung lainnya.

Sebelumnya, pada akhir 2022, Wakil Presiden Direktur TBS Energi Utama Pandu Patria Sjahrir sebenarnya sudah memberi sinyal rencana pembangunan pabrik tersebut. Namun, kala itu Pandu hanya menyebut akan membangun manufaktur kendaraan listrik dan membantah bentuk manufaktur yang dimaksud adalah pabrik motor listrik. 

Sementara itu, dalam paparan publik secara virtual pada Desember 2022, Pandu menargetkan pembangunan fasilitas perakitan dan manufaktur motor listrik dimulai pada 2023. Hal ini dilatarbelakangi perkembangan ekosistem kendaraan listrik melalui Electrum yang menunjukkan momentum positif dalam setahun terakhir.

Pandu juga menyatakan, positifnya kinerja keuangan yang ditopang dari sisi pertambangan dan penjualan batu bara serta ketenagalistrikan, akan digunakan untuk berinvestasi kembali di bisnis hijau perusahaan.

"Kinerja keuangan yang positif dari TBS Energi hingga kuartal ketiga menjadi modal penting bagi perseroan untuk melakukan reinvestasi pada dua pilar bisnis hijau yang kami miliki, yaitu energi terbarukan dan pembangunan ekosistem kendaraan listrik," ungkap Pandu dalam paparan publik secara virtual, Desember lalu.

Melalui komitmen TBS2030, emiten berkode saham TOBA tersebut telah mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis secara holistik dengan tiga pilar utama, yaitu thriving environment (lingkungan yang lestari), empowered people (masyarakat berdaya), dan trusted partner (mitra terpercaya). Tiga pilar utama TBS2030 terdiri atas 12 goals dengan metrik dan metodologi pengukuran yang jelas, serta akan dilaporkan setiap tahun di laporan keberlanjutan perusahaan.

"Dari data yang berhasil dikumpulkan, hingga akhir tahun 2022, Electrum berhasil menempuh jarak 4,5 juta kilometer melalui pilot project dengan kurang lebih 500 motor. Antusiasme yang tinggi di tengah masyarakat menjadi catatan penting bahwa adopsi penggunaan motor listrik untuk melengkapi gaya hidup sehat dalam bermobilisasi sangat dibutuhkan,” ujar Pandu.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 20 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia