Jumat, 15 Mei 2026

Empat Broker Kompak Riset Harita Nickel, Potensi Gain 40% Lebih

Penulis : Harso Kurniawan
21 Jun 2023 | 07:00 WIB
BAGIKAN
Seremoni pencatatan perdana saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau TBP/Harita Nickel pada Rabu (12/4/2023). Ist
Seremoni pencatatan perdana saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau TBP/Harita Nickel pada Rabu (12/4/2023). Ist

JAKARTA, Investor.id – Sebanyak empat sekuritas papan atas menginisiasi riset saham Pt Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel. Mereka adalah Mandiri Sekuritas (Mansek), CGS-CIMB Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas.

Keempat broker itu memberikan rekomendasi positif saham NCKL, yakni buy atau add, dengan target harga bervariasi. Alasannya, Harita Nickel memiliki prospek cerah, lantaran merupakan pemain nikel terintegrasi, mulai dari tambang, feronikel, hingga menghasilkan nikel kelas satu, yakni nikel sulfat.

Mansek menyukai Harita Nickel, karena memiliki pertumbuhan produksi kuat, biaya operasi rendah, dan memiliki eksposur ke fasilitas high pressure leach acid (HPAL) yang menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) alias produk nikel kelas satu. Tak berhenti sampai di situ, perseroan juga bakal memproduksi nikel sulfat, produk hasil olahan MHP, yang merupakan material (prekursor) katoda baterai kendaraan listrik.

ADVERTISEMENT

Mansek mencatat, produksi feronikel Harita Nickel diprediksi mencapai 120 ribu ton tahun 2024 dari 2022 sebanyak 95 ribu ton, seiring beroperasinya kapasitas baru PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF). Selanjutnya, perusahaan asosiasi Harita Nickel, PT Karunia Permai Sentosa (KPS) tengah membangun pabrik feronikel berkapasitas 185 ribu ton per tahun. Dengan begini, Harita Nickel akan memiliki eksposur ke feronikel sebanyak 305 ribu ton pada 2025.

Sementara itu, Harita Nickel melalui PT Halmahera Persada Lygend (HPK) kini memiliki fasilitas HPAL dengan kapasitas 55 ribu ton per tahun dari tahap I dan II. Selanjutnya, perusahaan asosiasi Harita Nickel, PT Obi Nickel Cobalt (ONC) akan membangun HPAL tahap III dengan kapasitas 65 ribu ton per tahun. Pada 2024, Harita Nickel akan memiliki eksposur ke MHP sebanyak 120 ribu ton per tahun.

Seiring dengan itu, Mansek memprediksi CAGR pendapatan Harita Nickel mencapai 49% selama 2022-2025, yang bakal ditopang ekspansi lini produksi feronikel dan peningkatan kontribusi dari penambangan nikel. Laba bersih perseroan diprediksi melompat menjadi Rp 8,7 triliun pada 2025, dibandingkan tahun lalu Rp 8,7 triliun.

Mansek merekomendasikan buy saham NCKL dengan target harga Rp 1.450, berdasarkan PER 2023 dan 2024 sebesar 15,6 kali dan 11 kali, diskon dari saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang memiliki PER 2023 dan 2024 16,5 kali dan 17,2 kali, namun setara dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yakni 10,7 kali dan 10,8 kali.

BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan buy saham NCKL dengan target harga Rp 1.400, yang menawarkan potensi gain 40,7%. Broker ini mengasumsikan harga nikel dalam jangka Panjang mencapai US$ 19 ribu per ton.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia