Jumat, 15 Mei 2026

Merdeka Battery (MBMA) Buka-bukaan soal Transaksi Berikut

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Jun 2023 | 08:22 WIB
BAGIKAN
Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) Merdeka Battery Material. (Foto: Perseroan)
Proyek AIM (Acid, Iron, Metal) Merdeka Battery Material. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memberikan pinjaman kepada PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), yang merupakan perusahaan terkendali MBMA.

Manajemen MBMA menjelaskan, berdasarkan perjanjian, nilai keseluruhan dari transaksi adalah sampai dengan US$ 50 juta ditambah dengan bunga yang timbul sebagaimana diatur di dalam perjanjian.

Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

ADVERTISEMENT

“Perseroan sebagai kreditur yang juga sebagai perusahaan pengendali MTI sepakat untuk memberikan dana pembiayaan sampai dengan US$ 50 juta kepada MTI selaku debitur ditambah dengan SOFRR dan margin 5,26% per tahun,” papar manajemen MBMA dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (21/6/2023).

Menurut manajemen MBMA, setelah efektifnya perjanjian, MTI dapat menggunakan dana pembiayaan yang diberikan oleh MBMA untuk membiayai sebagian kebutuhan belanja modal MTI yang timbul dari pembangunan proyek AIM I yang dijadwalkan akan memulai produksi pada pertengahan kedua tahun 2023.

MDKA

Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang merupakan induk MBMA juga menyampaikan keterbukaan informasi terbaru. Isinya terkait perjanjian antara MDKA, MBMA, dan MTI, yakni perjanjian novasi sebagian dan amendemen sehubungan dengan perjanjian fasilitas dukungan induk tertanggal 23 Agustus 2022.

Manajemen MDKA menjelaskan, berdasarkan perjanjian, perseroan, MBMA, dan MTI telah sepakat bahwa dengan tunduk pada dipenuhinya persyaratan-persyaratan pendahuluan, perseroan mengalihkan dan menyerahkan dengan cara novasi sebagian dari hak-hak dan kewajiban-kewajibannya atas dana pembiayaan yang telah diberikannya kepada MTI berdasarkan perjanjian fasilitas dukungan induk, sebesar US$ 30 juta beserta dengan jumlah bunga yang timbul dari padanya sejak tanggal penarikan oleh MTI, kepada MBMA.

Sehingga, setelah efektifnya perjanjian, MBMA akan menjadi kreditur baru pada perjanjian fasilitas dukungan induk bersama dengan perseroan.

Serta porsi komitmen dana pembiayaan perseroan dan MBMA sebagai kreditur terhadap MTI sebagai debitur berdasarkan perjanjian fasilitas dukungan induk menjadi masing-masing sebesar US$ 30 juta.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 30 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia