Lompatan Sang Penguasa Platform Metaverse (WIRG), Potensi Cuan Sahamnya Gede!
JAKARTA, investor.id – PT WIR Asia Tbk (WIRG) bakal mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat pada 2023, setelah mencetak lonjakan pendapatan sebesar 132% pada 2022. Tahun ini, pendapatan sang penguasa platform metaverse tersebut ditargetkan mencapai Rp 4-4,1 triliun, yang menyiratkan lompatan pertumbuhan 136-142% (year on year/yoy).
Namun, margin kotor WIR Asia diperkirakan turun menjadi 10% karena pergeseran kombinasi pendapatan, dengan pertumbuhan bisnis dengan margin yang lebih rendah diperkirakan melebihi segmen bisnis lainnya. Sedangkan pada 2022, margin kotor tercatat 12,1%.
Selanjutnya, WIR Asia mengarahkan pertumbuhan opex sebesar 60-80%, lebih lambat dari pertumbuhan pendapatan. Hal ini memungkinkan perseroan untuk menikmati skala ekonomi yang lebih besar. Terakhir, emiten berkode saham WIRG tersebut berencana menggelontorkan capex Rp 200-300 miliar tahun ini.
“Kami berharap WIRG dapat mendanai belanja modal dengan arus kas internal, dan kami mengharapkan konversi penuh dari waran pada tahun ini sehingga meningkatkan jumlah saham menjadi 12,92 miliar saham. Kami menggunakan angka ini sebagai dasar perhitungan untuk data 2023 dan seterusnya,” tulis analis Ciptadana Sekuritas Gani dalam risetnya.
Adapun mesin DAV masih kekurangan (backlog) dari total pesanan. Menurut Gani, dengan target pendapatan WIRG, didukung oleh backlog mesin DAV yang besar, proyek yang sedang berlangsung dan berkelanjutan di AR&Co dan DMID, dapat menopang kinerja perseroan.
WIRG berhasil memasang 2.500 mesin DAV pada tahun 2022, sehingga total mesin terpasang menjadi 3.500, naik dari 1.000 mesin DAV terpasang pada tahun 2021. Dari 3.500 mesin DAV terpasang, sebanyak 1.826 (52%) mesin telah beroperasi dan menghasilkan pendapatan, sedangkan sisanya masih dalam proses konfigurasi atau set-up. WIR Asia bertugas memasang modul-modul untuk memenuhi kebutuhan klien.
WIRG saat ini memiliki kontrak backlog untuk memasang 7.500 mesin DAV lagi untuk mencapai total 10.000 pemasangan yang diharapkan selesai tahun ini. Beberapa pesanan sebenarnya datang dari tahun lalu, diteruskan hingga 2023 karena eksekusi agak lambat tahun lalu, sebagian besar karena gangguan rantai pasokan karena kelangkaan chip.
Meski demikian, manajemen yakin dapat mencapai target tahun ini karena masalah pasokan telah diselesaikan dan waktu set-up menjadi lebih singkat. Hal ini karena perseroan mengerjakan lebih banyak proyek dan mengembangkan database master yang lebih beragam.
Lebih penting lagi, selain memasang lebih banyak mesin, WIRG juga bertujuan untuk meningkatkan intensitas pendapatan per mesin. Pada tahun 2022, pendapatan per mesin terpasang aktif meningkat 4,1 kali menjadi Rp 146 juta per mesin berkat peningkatan lalu lintas dan penempatan iklan.
“Klien DAV akhir-akhir ini semakin beragam seperti toko ritel, hotel, dan bandara dengan modul fungsional khusus untuk menarik trafik yang pada gilirannya dapat menghasilkan pendapatan lebih lanjut dari penjualan silang iklan atau komisi pembelian,” ungkap Gani.
WIRG ingin memperluas solusi ke industri lain. Manajemen melihat pendidikan dan kesehatan sebagai target prospektif dan mereka mendiskusikan solusi yang relevan untuk melayani industri ini. Sementara itu, perseroan terus bekerja sama dengan Alfamart, klien utama Mindstores, untuk terus mengembangkan toko virtualnya guna meningkatkan pengalaman pengguna dan dapat menjual lebih banyak barang. Dengan perkembangan tersebut, pendapatan per RGU bulanan WIRG naik 49,4% (yoy) mencapai Rp 55,9 juta/RGU.
Dengan berbagai faktor tersebut, Ciptadana Sekuritas merekomendasikan buy saham WIRG dengan target harga dinaikkan menjadi Rp 370. Target harga tersebut mencerminkan estimasi EV/EBITDA 2024 sebesar 15 kali. Hal ini sejalan dengan rata-rata perusahaan perangkat lunak dan platform global.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saham WIRG bertengger di level Rp 113. Dengan demikian, potensi cuan saham WIRG tergolong besar mencapai 227%!
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






