Menteri BUMN Ke Doha, Apakah Ada Kaitan dengan Divestasi Saham BSI (BRIS)?
JAKARTA, Investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah berkunjung ke Doha, Qatar, dalam rangka penjajakan calon investor strategis ke PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
Sebagaimana diketahui, pemerintah tengah menyusun skenario untuk pengurangan kepemilikan saham (divestasi) di BRIS dengan memasukkan investor strategis baru.
Investor strategis bertujuan untuk menggantikan kepemilikan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di BRIS. Langkah ini juga untuk meningkatkan komposisi kepemilikan saham publik (free float).
Perseroan menyebutkan saat ini memang belum ada keputusan, karena masih dalam tahap penjajakan. Pihaknya berharap masuknya investor strategis nanti bisa mendukung perkembangan teknologi digital di dalam BSI.
Hery pun mengharapkan, apabila mendapat investor strategis berasal dari Arab Saudi akan memberikan banyak keuntungan. Terutama, jika investornya berasal dari Arab Saudi, BSI akan lebih mudah membuka kantor cabang di Mekah dan Madinah, sehingga dapat melayani kebutuhan nasabah selama ibadah haji di Tanah Suci.
Pasalnya, untuk melayani kebutuhan jemaah haji dibutuhkan bank lokal di Mekah dan Madinah untuk memudahkan nasabah. “Sekarang kan nggak mudah gitu untuk menyentuh market Saudi, tapi kalau bisa dijalankan, itu lebih baik dan ini peran pemegang saham. Siapa strategic investor yang tepat untuk jadi partner BSI untuk memberikan added value,” imbuh dia.
Apabila dibandingkan dengan bank syariah di global, BSI memiliki jumlah customer BSI yang banyak. Namun, porsi kepemilikan saham publik (free float) BRIS masih kecil. Saat ini, kapitalisasi pasar BRIS baru mencapai Rp 78,19 triliun. “Kalau market cap perseroan dibandingkan bank syariah global lain, kami diurutan 13. Mimpinya, BSI pada 2025 nanti masuk 10 besar dari sisi market cap. Target ini sangat mungkin kalau terjadi divestasi, jadi free float meningkat,” ucap Hery.
Bac juga: BSI (BRIS) Terbitkan EBA Syariah Pertama di Indonesia
Terkait komposisi pemegang saham BRIS, Bank Mandiri (BMRI) bertindak sebagai pemegang saham pengendali (PSP) dengan porsi 51,47%, BNI mencapai 23,24%, dan BRI (BBRI) sebesar 15,38%, dan investor publik hanya 9,91%, dan pemerintah memasukkan satu lembar saham Seri A Dwiwarna di BRIS.
“Free float saham BRIS mencapai 9-10%. Mungkin bisa seperti saudara tua kami BNI 60% pemerintah, 40% publik, BRI juga, Mandiri dan BTN juga 60% pemerintah dan publik 40%,” urai Hery.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






