Jumat, 15 Mei 2026

Gandeng IFC, BTPN Terbitkan Green Bond Rp 7,4 Triliun

Penulis : Nida Sahara
22 Jun 2023 | 21:03 WIB
BAGIKAN
BTPN. (Foto: perseroan)
BTPN. (Foto: perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT Bank BTPN Tbk (BTPN) bekerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) dalam penerbitan obligasi sosial dan obligasi hijau senilai US$ 500 juta atau setara Rp 7,4 triliun.

Penerbitan obligasi ini akan menjadi yang pertama bagi Bank BTPN dan memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Khususnya bisnis-bisnis yang dipimpin oleh perempuan serta aksi adaptasi terhadap perubahan iklim. Penerbitan obligasi tematik ini juga masih relatif jarang terjadi di Indonesia.

Investasi oleh IFC, anggota Grup Bank Dunia, diharapkan dapat membantu menumbuhkan pasar yang baru berkembang untuk obligasi tematik di dalam negeri. Terutama di kalangan emiten sektor swasta, dan bertujuan untuk berkontribusi memperluas pasar modal Indonesia.

ADVERTISEMENT

Presiden Direktur Bank BTPN Henoch Munandar dalam keterangannya menjelaskan, pengajuan investasi IFC dalam penerbitan obligasi sosial dan hijau BTPN membuktikan komitmen perseroan untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pinjaman lingkungan dan sosial. Hal ini akan membantu BTPN dalam mewujudkan visi kami untuk membawa perubahan signifikan pada hidup jutaan orang.

“Sebagai bagian dari SMBC Group, Bank BTPN akan menggunakan dana tersebut untuk mendukung 'Transition Plan' SMBC Group dalam mempromosikan keuangan berkelanjutan dan menyelaraskan pinjaman serta investasinya dengan target emisi net zero pada tahun 2050,” papar Hanoch, Kamis (22/6/2023).

Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, namun terbatasnya ketersediaan produk keuangan menjadi tantangan dalam pembiayaan iklim. Investasi IFC dalam penerbitan obligasi hijau oleh Bank BTPN akan mendukung tujuan Indonesia mencapai pertumbuhan yang lebih hijau, selaras dengan komitmen Paris Agreement yang ditandatangani pemerintah Indonesia.

Obligasi hijau akan digunakan untuk membiayai berbagai proyek yang berwawasan lingkungan, diantaranya energi terbarukan, efisiensi energi, bangunan hijau, dan transportasi yang ramah lingkungan. Hal ini juga akan menjembatani kesenjangan pembiayaan mitigasi dan adaptasi iklim dengan harapan mengurangi total emisi gas rumah kaca yang setara dengan 137.326 ton CO2 per tahun.

Direktur Pelaksana IFC Makhtar Diop pun mengapresiasi BTPN dalam memelopori inisiatif yang dinilai dapat menjadi pemicu pengembangan lebih lanjut pasar modal Indonesia dan membawa dampak yang terukur bagi Indonesia.

“Investasi ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan hijau, tapi juga akan meningkatkan akses terhadap keuangan yang vital untuk usaha kecil, khususnya yang dimiliki oleh perempuan,” urai Makhtar.

Kesenjangan pembiayaan untuk UMKM diperkirakan mencapai US$ 166 miliar atau sekitar 19% dari PDB Indonesia. Hal ini diperparah oleh pandemi Covid-19. Investasi IFC dalam penerbitan obligasi sosial oleh Bank BTPN akan digunakan untuk membiayai UMKM, sektor penting bagi perekonomian Indonesia dan merupakan pencipta lapangan kerja utama yang masih terkendala oleh akses keuangan yang terbatas.

Dengan sekitar setengah dari penerbitan obligasi sosial diperuntukkan bagi UMKM milik perempuan, struktur obligasi tersebut memastikan bahwa pengusaha perempuan, yang merupakan segmen penting dari UMKM dan menghadapi kesenjangan pembiayaan yang lebih besar, mendapatkan akses yang lebih mudah pada pembiayaan.

Adapun, minimal US$ 400 juta akan diinvestasikan secara merata dalam bentuk obligasi sosial dan hijau, dengan tambahan US$ 100 juta yang akan dialokasikan pada salah satu obligasi tersebut. IFC juga akan mendukung BTPN melalui berbagi pengetahuan, inovasi, dan peningkatan kapasitas terkait manajemen risiko iklim (termasuk manajemen risiko lingkungan dan sosial), pembiayaan bangungan hijau, pembiayaan rantai pasokan, dan pembiayaan gender.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 38 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia