Jumat, 15 Mei 2026

Produsen Selis (SLIS) Kebut Penjualan Kendaraan Listrik

Penulis : Jauhari Mahardhika
22 Jun 2023 | 16:07 WIB
BAGIKAN
Sepeda motor Selis. (Foto: PT Gaya Abadi Sempurna Tbk/SLIS)
Sepeda motor Selis. (Foto: PT Gaya Abadi Sempurna Tbk/SLIS)

JAKARTA, investor.id – Emiten produsen kendaraan listrik roda dua dan sepeda lipat merek Selis, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) menargetkan pertumbuhan penjualan menjadi Rp 706,71 miliar pada 2023. Target penjualan tersebut naik 45% dari realisasi pada 2022 sebesar Rp 487,15 miliar.

Wilson Teoh, Direktur Operasional SLIS, mengungkapkan pulihnya aktivitas masyarakat pasca pandemi dan kembali fokusnya pemerintah pada komitmen mengejar transisi ke energi bersih dan terbarukan (EBT) serta ekonomi hijau mendorong berbagai kebijakan yang mengarah kepada praktik bisnis yang ramah lingkungan. Hal ini berdampak pada meningkatnya penawaran dan permintaan terhadap kendaraan listrik.

Pada 2022, SLIS membukukan pendapatan Rp 487,15 miliar, naik 8,65% dari Rp 448,36 miliar pada 2021. Kontribusi pendapatan pada tahun lalu berasal dari penjualan komponen elektronik Rp 261,79 miliar dan sepeda listrik Rp 225,36 miliar.

ADVERTISEMENT

"Pada 2023, kami menargetkan penjualan tumbuh sekitar 45% menjadi Rp706,61 miliar di tengah potensi peningkatan permintaan sepeda dan motor listrik," ungkapnya dalam paparan publik, Kamis (22/6/2023).

Pertumbuhan penjualan nantinya juga mendorong laju perolehan laba. Pada 2023, SLIS menargetkan laba tahun berjalan Rp 64,88 miliar. Sebelumnya pada 2022, SLIS mencatatkan laba bersih Rp 42,16 miliar.

Kinerja positif SLIS pada awal 2023 sudah tergambar pada kuartal I-2023. Perseroan mencatatkan penjualan Rp 104,75 miliar, yang berasal dari penjualan komponen elektronik Rp 47,89 miliar dan sepeda listrik Rp 55,85 miliar. Laba bersih mencapai Rp 7,14 miliar per Maret 2023, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp6,83 miliar.

Wilson Teoh mengatakan bahwa untuk meningkatkan kinerja, SLIS sudah menyiapkan sejumlah strategi. SLIS akan mematenkan desain khusus dengan menjalin kerja sama, dan terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga minimal senilai 60% di 2024. Pada 2022-2023, rata-rata TKDN motor listrik SLIS sudah mencapai lebih dari 50%.

Pemerintah sebelumnya pada 20 Maret 2023 mengumumkan subsidi motor listrik sebesar Rp 7 juta untuk produk dengan TKDN minimal sebesar 40%. Per Juni 2023 Selis sudah siap dengan tiga produk motor listriknya untuk menyambut subsidi dari pemerintah, yakni tipe E-Max, Agats, dan GoPlus. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 19 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 21 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia