Minim Sentimen Positif, Harga SUN Tertekan
Adapun pada Selasa (27/6/2023), pemerintah berencana lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara. Sebanyak tujuh seri yang akan masuk dalam lelang tersebut dengan target indikatif Rp 15 triliun dan maksimal Rp 22,5 triliun.
Menurut Ahmad, animo lelang pekan depan akan ramai seperti halnya lelang-lelang yang sudah berjalan. Lantaran investor sedang mengambil momentum untuk mendapatkan kupon tinggi. Momentum tersebut diramalkan tak lama, pasalnya setelah bank sentral mulai melonggarkan kebijakan moneter dengan mendorong suku bunga turun, itu akan berdampak juga pada kupon SUN.
Disisi lain, tingginya minat juga dipengaruhi oleh pasokan yang lebih ketat seiring dengan surplus anggaran pemerintah, yang mana mencapai Rp234,7 triliun per April 2023. "Surplus mendorong kebutuhan pembiayaan melalui surat utang menjadi lebih sedikit. Oleh karena itu, investor akan memburu seri yang tersedia untuk dilelang dengan tujuan agar mendapatkan kupon menarik," kata dia.
Soal penawaran yang akan masuk, Dia menjelaskan, bid-to-cover ratio lelang kali ini berada di 2-4 kali dengan total penawaran yang masuk setidaknya mencapai Rp 30-60 triliun dengan total yang dimenangkan sebesar Rp15 triliun. Dengan potensi kebijakan moneter yang lebih lunak ke depan, investor akan mengoleksi tenor jangka panjang karena potensial untuk menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi.
“Faktor lainya, penurunan suku bunga akan mendorong harga surat utang naik dan kenaikan tersebut akan lebih tinggi untuk tenor jangka panjang daripada jangka pendek,” tutup Ahmad.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






