Jumat, 15 Mei 2026

Apresiasi 114 Perusahaan, B-Universe dan BGK Dorong Korporasi Tekan Emisi Karbon

Penulis : Mashud Toarik / Indah Ayu Pujiastuti
27 Jun 2023 | 16:55 WIB
BAGIKAN
Penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2023 yang digelar oleh Investor Daily dan Bumi Global Karbon Foundation, Selasa (27/6/2023)
Penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2023 yang digelar oleh Investor Daily dan Bumi Global Karbon Foundation, Selasa (27/6/2023)

JAKARTA, Investor.id - Pemerintah Indonesia telah menyampaikan dokumen Enhanced Nationally Determined Contributions (NDCs) dengan meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 2%.

Pada Enhanced NDC, target penurunan emisi karbon dengan upaya sendiri (unconditional) meningkat dari 29% di dokumen Updated NDC menjadi 31,89% pada 2030, sementara dengan bantuan internasional (conditional) naik dari 41% menjadi 43,2%.

Pemimpin Redaksi Investor Daily dan Majalah Investor (media di bawah B-Universe), Djaka Susila mengatakan bahwa posisi Indonesia cukup sulit terkait pengurangan emisi karbon.

ADVERTISEMENT

"Karena ada catatan dari berbagai sumber bahwa negara Indonesia masuk dalam 10 besar negara bahkan ada yang mengatakan masuk enam besar negara penyumbang emisi karbon di dunia," katanya di acara Penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2023 yang disiarkan secara live di kanal Youtube BeritaSatu, Selasa (27/6/2023).

Oleh karena itu, untuk mendukung tercapainya target NDCs tersebut, lembaga independen Bumi Global Karbon Foundation (BGK Foundation) bekerja sama dengan Investor Daily dari B-Universe memberikan penghargaan Transparansi Emisi Korporasi 2023. Penghargaan diberikan kepada 114 korporasi, baik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (tbk) maupun perusahaan non- listed.

BGK Foundation melakukan penilaian berdasarkan laporan publikasi Sustainability Report (SR) tahun 2021 yang dipublikasikan pada 2022, diperoleh 114 perusahaan terbaik dalam melakukan inisiaif penurunan emisi karbon.

BGK Foundation lalu melakukan perhitungan ulang atau memvalidasi kebenaran data yang disampaikan dalam SR masing-masing perusahaan.

Penilaian BGK Foundation mengacu pada GHG Protocol, salah satu standar global yang digunakan banyak lembaga di banyak negara dunia untuk mengevaluasi kemajuan penerapan program penurunan emisi korporasi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia