Prospek Suram, Analis Pangkas Proyeksi Laba BUMN Karya
JAKARTA, investor.id – Kalangan analis terus memangkas proyeksi kinerja keuangan empat BUMN karya, yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT PP Tbk (PTPP) sejak kuartal IV-2022. Ini tak lepas dari prospek usaha BUMN karya yang dinilai suram dalam beberapa tahun ke depan.
Berdasarkan laporan riset Mandiri Sekuritas (Mansek), dikutip Selasa (27/6/2023), konsensus analis merevisi turun pendapatan Wika pada 2023 dan 2024 sebesar 9,2% dan 1,1%. Analis juga merevisi turun proyeksi pendapatan Waskita 2023 sebesar 5,8%, namun menaikkan estimasi 2024 sebesar 9,1%.
Selanjutnya, proyeksi pendapatan PP diturunkan 9,7% tahun 2023 dan dinaikkan 3,4% tahun berikutnya. Hanya Adhi Karya yang mendapatkan kenaikan proyeksi pendapatan 2023 dan 2024 masing-masing 11,3% dan 5,4%.
Sementara itu, proyeksi laba bersih PP dan Adhi Karya diturunkan 63% dan 19% tahun ini dan 46,7% dan 39,1% tahun depan. Adapun Wika dan Waskita per kuartal I-2023 masih dalam posisi merugi bersih.
Sementara itu, Mansek merevisi turun proyeksi laba bersih Adhi Karya, PP, dan PT Wika Beton Tbk (WTON) sebesar 67% tahun ini, di luar Waskita dan Wika yang masih terperosok di zona rugi. Broker lokal ini mempertahankan rekomendasi netral saham sektor konstruksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mansek menilai, kendati terjadi reli saham BUMN konstruksi yang tidak disuspensi BEI, ada banyak tantangan struktural yang harus dihadapi BUMN karya, seperti stagnasi perolehan kontrak baru, keterbatasan pendanaan proyek, dan lambatnya divestasi aset, seiring adanya Pemilu 2024.
Adapun rerating saham BUMN karya akan ditopang oleh eksekusi kontrak baru proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, rencana merger, serta peningkatan profitabilitas dan neraca keuangan. Sebelum itu terjadi, mereka harus menghadapi empat tantangan utama.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






