Jumat, 15 Mei 2026

Prospek Suram, Analis Pangkas Proyeksi Laba BUMN Karya 

Penulis : Harso Kurniawan
28 Jun 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
PT Waskita Karya Tbk (WSKT). (Ilustrasi/Ist)
PT Waskita Karya Tbk (WSKT). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, investor.id – Kalangan analis terus memangkas proyeksi kinerja keuangan empat BUMN karya, yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT PP Tbk (PTPP) sejak kuartal IV-2022. Ini tak lepas dari prospek usaha BUMN karya yang dinilai suram dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan laporan riset Mandiri Sekuritas (Mansek), dikutip Selasa (27/6/2023), konsensus analis merevisi turun pendapatan Wika pada 2023 dan 2024 sebesar 9,2% dan 1,1%. Analis juga merevisi turun proyeksi pendapatan Waskita 2023 sebesar 5,8%, namun menaikkan estimasi 2024 sebesar 9,1%.

Selanjutnya, proyeksi pendapatan PP diturunkan 9,7% tahun 2023 dan dinaikkan 3,4% tahun berikutnya. Hanya Adhi Karya yang mendapatkan kenaikan proyeksi pendapatan 2023 dan 2024 masing-masing 11,3% dan 5,4%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, proyeksi laba bersih PP dan Adhi Karya diturunkan 63% dan 19% tahun ini dan 46,7% dan 39,1% tahun depan. Adapun Wika dan Waskita per kuartal I-2023 masih dalam posisi merugi bersih.

Sementara itu, Mansek merevisi turun proyeksi laba bersih Adhi Karya, PP, dan PT Wika Beton Tbk (WTON) sebesar 67% tahun ini, di luar Waskita dan Wika yang masih terperosok di zona rugi. Broker lokal ini mempertahankan rekomendasi netral saham sektor konstruksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mansek menilai, kendati terjadi reli saham BUMN konstruksi yang tidak disuspensi BEI, ada banyak tantangan struktural yang harus dihadapi BUMN karya, seperti stagnasi perolehan kontrak baru, keterbatasan pendanaan proyek, dan lambatnya divestasi aset, seiring adanya Pemilu 2024.

Adapun rerating saham BUMN karya akan ditopang oleh eksekusi kontrak baru proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, rencana merger, serta peningkatan profitabilitas dan neraca keuangan. Sebelum itu terjadi, mereka harus menghadapi empat tantangan utama. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia