Jumat, 15 Mei 2026

Dharma Polimetal (DRMA) Incar Pertumbuhan Pendapatan 25%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
28 Jun 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Dharma Polimetal (DRMA)
Sumber: Ist
Dharma Polimetal (DRMA) Sumber: Ist

JAKARTA, investor.id -  PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) incar pertumbuhan pendapatan 25% pada 2023. Hal ini seiring dengan kembali bangkitnya permintaan otomotif di Indonesia.

Optimisme perseroan ini didasari laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Mei 2023 penjualan mobil di Indonesia mencapai 82.097 unit atau tumbuh 39,4% MoM. Tidak ketinggalan, penjualan sepeda motor juga melaju pesat. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan, penjualan sepeda motor di Indonesia pada bulan Mei 2023 mencapai 529.771 unit, atau tumbuh 49% MoM.

Presiden Direktur Dharma Polimetal (DRMA) Irianto Santoso mengatakan, dengan data tersebut permintaan komponen otomotif  produksi bisa dipastikan meningkat seiring dengan permintaan otomotif. Jika melihat penjualan mobil dan sepeda motor pada bulan Mei yang meningkat signifikan, maka pihkanya berharap bahwa permintaan komponen otomotif juga bertumbuh dengan kecepatan yang setara.

ADVERTISEMENT

“Oleh karenanya, kami melihat penjualan Perseroan pada Semester I-2023 ini akan tetap tumbuh sesuai harapan," jelas dia usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Selasa (27/6/2023). 

Selain itu, lanjut dia, melihat masih banyaknya komponen otomotif yang saat ini masih diproduksi di luar negeri, menciptakan peluang yang luas bagi DRMA untuk memproduksi produk-produk tersebut secara lokal di dalam negeri, sehingga semakin meningkatkan protofolio bisnis perseroan. Sebagai contoh, baru-baru ini DRMA berhasil memproduksi member suspension untuk beberapa model mobil tertentu dengan kualitas dunia. Keberhasilan ini membuat Perseroan semakin memiliki daya saing yang tinggi.

Berkaca pada hasil perseroan pada kuartal I-2023, nampaknya target tersebut bukanlah hal yang mustahil. Dimana pada kuartal I tahun ini, penjualan DRMA tercatat sebesar Rp 1,4 triliun atau meningkat 57,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Pada periode tersebut, Perseroan mencatatkan laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 216,1 miliar, atau tumbuh 86,4% YoY.

Melihat kinerja DRMA di kuartal I-2023 dilanjutkan dengan perkembangan penjualan otomotif nasional hingga bulan Mei 2023. “Perseroan optimistis target pertumbuhan penjualan tahun 2023 akan bisa tercapai. Tahun ini, Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan di kisaran 20%-25%,” ujar dia.

Capex 2023

Irianto menambahkan, tahun ini DRMA menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 100 miliar. Capex tersebut ditujukan untuk membangun dua pabrik baru dengan area pabrik baru yang akan dibangun lebih luas 3 kali lipat dari sebelumnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia