Jumat, 15 Mei 2026

Ini Tanggal Penentuan Rights Issue Trisula International (TRIS)

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
28 Jun 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Salah satu pabrik PT Trisula International Tbk (TRIS)
Salah satu pabrik PT Trisula International Tbk (TRIS)

JAKARTA, investor.id – PT Trisula International Tbk (TRIS) akan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue untuk mengakuisisi PT Chitose Internasional Tbk (CINT). Untuk menentukan jadi tidaknya rights issue tersebut, TRIS berencana meminta persetujuan para pemegang saham dengan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). 

Rencananya, RUPSLB akan digelar pada 13 Juli 2023. Jika terlaksana, maka TRIS akan memiliki dua anak perusahaan yang go public yaitu PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) dan CINT. Hal ini mengingat Trisula Group ingin mengkonsolidasikan anak-anak usaha di bawah payung PT Trisula International Tbk (TRIS) yang bergerak di bidang tekstil dan garmen.

Sebagai informasi, perseroan akan menerbitkan sebanyak 622,56 juta saham lewat rights issue. Aksi korporasi ini untuk penambahan modal saham (inbreng) senilai Rp 126 miliar dan tunai Rp 23,14 miliar.

ADVERTISEMENT

“Langkah konsolidasi ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha sekaligus mitigasi risiko bisnis perseroan. Melalui akuisisi ini, kita akan berpotensi meningkatkan pendapatan perseroan di masa yang akan datang dengan potensi peningkatan portofolio bisnis perseroan,” kata Direktur Utama Trisula International (TRIS) Widjaya Djohan dalam keterangan tertulis, Selasa (27/6/2023).

Sebagai bagian dari Trisula Group, CINT adalah anak perusahaan yang bergerak di bidang furniture, yang telah berdiri sejak tahun 1979. Telah menjadi perusahaan terbuka dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2014, Perusahaan pemilik merek Chitose ini memfokuskan usaha pada produksi kursi, baik itu kursi yang digunakan di perkantoran, hotel, bandara, sekolah, ataupun rumah pribadi.

Dengan memasukkan CINT ke dalam grup, TRIS akan mempunyai lebih banyak bidang usaha, produk, aset, serta investasi, sehingga dapat memanfaatkan peluang cross-selling dan menawarkan solusi komprehensif kepada pelanggan sebagai suatu bentuk sinergi. Selain itu juga diharapkan TRIS dapat menangkap sinergi, meningkatkan keahlian dan menjajaki peluang pertumbuhan baru.

Di sisi lain, aksi korporasi ini akan memperluas jaringan distribusi CINT sehingga akan mendorong peningkatan permintaan dari perkantoran baik pemerintah maupun swasta, institusi pendidikan, dan bidang kesehatan. Langkah ini juga akan membuka peluang produk CINT untuk memperluas pasar ke pasar global.

Dengan demikian, masuknya CINT ke dalam grup TRIS akan mengurangi tingkat ketergantungan perseroan terhadap hanya satu bidang usaha ataupun satu pasar saja, apakah itu pasar domestik atau ekspor. Oleh karena itu, perseroan berharap bahwa langkah yang akan diambil ini dapat meminimalisasi risiko bisnis di masa yang akan datang. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 27 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 31 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia